edisiana.com – Arsenal semakin dekat dengan trofi Premier League pertama mereka dalam 22 tahun setelah menundukkan Burnley 1-0 di Emirates Stadium, Selasa dini hari.
Laga berjalan jauh dari kata mudah. Burnley tampil disiplin dan membuat Arsenal frustrasi sepanjang babak pertama.
Kai Havertz sempat melepaskan tembakan melebar, sementara Leandro Trossard nyaris memecah kebuntuan lewat sepakan jarak jauh yang hanya membentur tiang gawang.
Ketegangan meningkat pada menit ke-34 ketika Bukayo Saka terjatuh di kotak penalti usai mendapat tekel dari Lucas Pires.
Seluruh stadion meminta penalti, namun wasit Paul Tierney tetap melanjutkan pertandingan. VAR pun tidak mengubah keputusan tersebut, membuat Arteta terlihat tak percaya di pinggir lapangan.
Namun Arsenal akhirnya menemukan jalan keluar lewat senjata andalan mereka: situasi bola mati.
Setelah dua skema tendangan sudut pendek, The Gunners kembali memakai formula yang paling efektif musim ini.
Saka mengirim umpan silang akurat ke area padat, dan Havertz muncul di momen tepat untuk menyambar bola sekaligus membawa Arsenal unggul.
Gol itu menjadi pembeda. Burnley gagal memberikan ancaman serius kepada David Raya sepanjang pertandingan, sementara Arsenal tampil semakin tenang mengontrol tempo permainan hingga peluit akhir berbunyi.
Melansir seketika Emirates bergemuruh usai pertandingan. Mereka penuh keyakinan karena Arsenal kini berdiri di ambang sejarah, hanya satu pertandingan lagi menuju mahkota Premier League yang telah lama mereka rindukan.(maq)
