edisiana.com – Amad Diallo kembali menunjukkan bahwa ia bukan pemain biasa. Winger Manchester United itu kembali mencetak gol dan menjadi pusat perhatian saat Pantai Gading bermain imbang melawan Kamerun, Minggu malam, dalam laga panas Grup F di Marrakesh.
Enam menit setelah babak kedua dimulai, momen magis Amad pun lahir. Umpan panjang menyilang lapangan mendarat sempurna di kakinya.
Dari sana, sang nomor 10 berlari menuju kotak penalti, memotong ke dalam dengan ketenangan luar biasa, lalu melepaskan tembakan melengkung yang indah ke sudut jauh gawang.
Gol kelas dunia. Gol khas Amad.
Pantai Gading unggul, stadion bergemuruh, dan nama Amad kembali menggema.
Namun Kamerun tak tinggal diam. Tim yang diperkuat rekan setim Amad di United, Bryan Mbeumo, menyamakan kedudukan hanya lima menit kemudian lewat gol bunuh diri Ghislain Konan. Sebuah pukulan bagi Pantai Gading, dan juga bagi Amad yang tampil dominan.
Statistiknya? Elit. Menurut Daily Mail, Amad menutup laga dengan akurasi umpan 95 persen dan keberhasilan tekel sempurna: 100 persen. Bekerja, menyerang, bertahan—lengkap.
Tak ada gol tambahan. Laga berakhir imbang, hasil yang membuat Pantai Gading dan Kamerun hampir pasti melangkah ke babak 16 besar.
Kabar ini, bagaimanapun, menjadi berita buruk bagi Manchester United dan Ruben Amorim. Sang pelatih sangat berharap Amad—dan juga Mbeumo—bisa segera kembali. Tapi performa seperti ini? Sulit melepasnya begitu saja.
Amad bersinar. Dunia melihat. United menunggu.(maq)
