Bola  

Paraguay Ditantang Misi Mustahil, Jerman Jadi Penghalang Menuju Sejarah

Alessandro Circati (kiri) pemain Australia mengejar bola dengan pemain Paraguay. Foto: via ESPN

edisiana.com – Paraguay menghadapi tantangan terbesar mereka di Piala Dunia 2026 saat berjumpa Jerman pada babak 32 besar di Stadion Boston, Senin malam waktu setempat. Bagi tim asuhan Gustavo Alfaro, laga ini menjadi ujian sesungguhnya untuk membuktikan bahwa mereka pantas berada di fase gugur.

Los Guaraní melangkah ke babak knockout dengan status sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Performa mereka di fase grup memang belum sepenuhnya meyakinkan, tetapi cukup untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.

Pencapaian terbaik Paraguay di Piala Dunia masih terjadi pada edisi 2010 ketika berhasil menembus perempat final. Setelah itu, mereka melewati periode sulit dengan gagal lolos ke putaran final pada 2014, 2018, dan 2022. Kini, kesempatan untuk kembali bersinar akhirnya datang.

BACA JUGA:  Crouch Prediksi MU Menang Menjamu Tottenham

Namun, menghadapi Jerman jelas bukan tugas yang mudah. Meski demikian, melansir Sport Mole, Paraguay memiliki sedikit alasan untuk percaya diri. Dalam pertemuan terakhir melawan raksasa Eropa itu, mereka mampu memaksakan hasil imbang 3-3 pada laga persahabatan yang digelar pada Agustus 2013.

Di sisi lain, Jerman datang dengan status yang jauh lebih mentereng. Die Mannschaft merupakan empat kali juara dunia dan tetap menjadi salah satu tim yang disegani, meski tidak banyak dijagokan sebagai kandidat utama juara sebelum turnamen dimulai.

BACA JUGA:  Benfica Bungkam Rangers untuk Masuk Perempat Final Eropa

Pasukan Julian Nagelsmann justru tampil tanpa beban. Mereka bahkan masih dipandang sebagai underdog dibandingkan sejumlah favorit lain, terlebih potensi menghadapi Prancis sudah menanti di babak 16 besar jika mampu melewati Paraguay.

Sejarah juga berpihak kepada Jerman. Kedua tim pernah bertemu pada babak 16 besar Piala Dunia 2002. Saat itu, Die Mannschaft menang tipis 1-0 berkat gol dramatis Oliver Neuville pada menit-menit akhir pertandingan.

Kini, Paraguay memiliki kesempatan untuk membalas luka lama sekaligus menciptakan kejutan terbesar mereka dalam lebih dari satu dekade. Pertanyaannya, mampukah Gustavo Alfaro membawa timnya menjungkalkan salah satu raksasa sepak bola dunia, atau Jerman kembali menunjukkan kelasnya di panggung terbesar?(maq)