edisiana.com – Bergugurannya sejumlah tim di Piala Dunia turut diikuti gelombang pengunduran diri pelatih. Setelah manajer Skotlandia Steve Clarke, kini giliran pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo yang memilih melepas jabatannya.
Keputusan Hong datang di tengah tekanan besar menyusul kegagalan Korea Selatan lolos ke babak 32 besar. Bahkan, sebelum pengunduran dirinya diumumkan, Presiden Korea Selatan melontarkan kritik keras dengan menyebut Hong tidak kompeten dan memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap program tim nasional.
Hong mengumumkan keputusannya saat menghadapi media di Guadalajara, Meksiko, Minggu (waktu setempat). Saat itu skuad Taeguk Warriors masih menunggu kepastian nasib mereka setelah menuntaskan fase Grup A pada Rabu lalu.
Korea Selatan mengakhiri penyisihan grup di peringkat ketiga dengan catatan satu kemenangan dan dua kekalahan. Namun, hasil pertandingan di grup lain tidak berpihak kepada mereka sehingga peluang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik resmi tertutup pada Sabtu.
“Pertama dan terutama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada semua orang yang mencintai sepak bola Korea dan selalu mendukung tim nasional kita. Hari ini, saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional sepak bola Korea Selatan,” ujar Hong.
Ini menjadi kali kedua Hong mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim nasional dengan hasil mengecewakan. Sebelumnya, legenda sepak bola Korea Selatan itu juga mundur usai Piala Dunia 2014 setelah timnya mencatat penampilan terburuk sejak edisi 1998.
Kepergian Hong menambah daftar pelatih yang meninggalkan kursi kepelatihan setelah gagal memenuhi target di Piala Dunia.
Federasi Sepak Bola Korea Selatan kini menghadapi pekerjaan besar untuk membangun kembali tim nasional sekaligus mencari sosok yang mampu mengembalikan daya saing Taegeuk Warriors di level internasional.(maq)











