edisiana.com – Republik Demokratik Kongo akhirnya menuntaskan penantian panjang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, mereka berhasil melaju ke babak gugur Piala Dunia dan kini bersiap menghadapi ujian terbesar: duel melawan raksasa Eropa, Inggris, pada Rabu, 30 Juni 2026.
Perjalanan ini terasa begitu istimewa karena Kongo terakhir kali tampil di Piala Dunia saat masih bernama Zaire pada edisi 1974. Namun, kenangan itu jauh dari kata manis.
Saat itu, menurut BBC, Zaire menelan tiga kekalahan di fase grup, termasuk kekalahan memalukan 9-0 dari Yugoslavia, yang hingga kini masih menjadi salah satu hasil paling telak dalam sejarah turnamen. Setelah itu, mereka menghilang dari panggung Piala Dunia selama lebih dari lima dekade.
Kini, sejarah baru berhasil ditulis.
Di balik kebangkitan tersebut ada tangan dingin pelatih Sebastien Desabre. Ketika mengambil alih tim hampir empat tahun lalu, Kongo sedang berada dalam masa sulit. Namun, perlahan ia mengubah wajah tim dengan membangun fondasi disiplin, organisasi permainan, dan kecerdasan taktik.
Hasilnya mulai terlihat saat Kongo finis di posisi keempat Piala Afrika 2023. Sejak itu, mereka berkembang menjadi tim yang sulit ditembus.
Desabre menjadikan formasi lima bek sebagai identitas permainan. Strategi itu terbukti efektif, termasuk ketika Kongo mampu menahan Portugal hingga bermain imbang. Saat dibutuhkan, ia juga berani mengubah pendekatan menjadi 4-4-2, sebuah keputusan yang berbuah kemenangan atas Uzbekistan.
Senjata utama Kongo tetap berada pada serangan balik cepat. Kecepatan Cedric Bakambu dan Yoane Wissa dalam berlari di belakang garis pertahanan lawan menjadi ancaman yang terus diandalkan untuk menghukum setiap kesalahan.
Selain peningkatan taktik, kekuatan mental juga menjadi pembeda. Tim yang dulu kerap kehilangan fokus kini ditempa melalui perjalanan panjang di babak kualifikasi, termasuk melewati tiga laga play-off yang menguji karakter mereka.
Kini, Kongo telah menebus kegagalan masa lalu dan membuka lembaran sejarah baru. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai.
Di hadapan mereka sudah menunggu Inggris, salah satu kekuatan terbesar Eropa. Pertanyaannya, mampukah Kongo melanjutkan kisah dongeng mereka dengan menyingkirkan tim favorit dan menciptakan kejutan terbesar di Piala Dunia 2026?(maq)
