edisiana.com – Bayern Munich melakukan apa yang harus mereka lakukan. Menang, menderita, lalu memastikan target. Kemenangan 2-1 atas PSV Eindhoven cukup untuk mengamankan posisi kedua klasemen Liga Champions dan tiket otomatis ke babak 16 besar.
PSV—tim yang sempat mengejutkan Eropa dengan kemenangan 4-1 di Anfield bulan November—tak datang ke Munich untuk bertahan.
Duel berjalan keras dan seimbang sebelum jeda. Bayern ditekan, dan Daniel Urbig harus bekerja ekstra dengan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Sergiño Dest, Joey Veerman, dan Guus Til.
Di sisi lain, PSV juga nyaris bersorak saat Ivan Perišić menyambar umpan silang Mauro Júnior, namun bola hanya melintas tipis dari sasaran.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-13 babak kedua. Jamal Musiala, dengan sentuhan magisnya, berkolaborasi apik bersama rekan setimnya yang masih remaja, Lennart Karl.
Satu sentuhan, satu ruang terbuka—dan tembakan keras Musiala melesat ke sudut atas gawang. Gol kelas dunia.
Tak lama kemudian, Bayern menaikkan gigi. Harry Kane, Michael Olise, Serge Gnabry, dan Alphonso Davies masuk. Pesannya jelas: kunci laga ini sekarang.
Namun PSV belum menyerah. Dengan 12 menit tersisa, Saibari menghadirkan momen yang membuat Allianz Arena terdiam.
Satu-dua dengan Til, lalu tembakan melengkung spektakuler dari tepi kotak penalti ke sudut atas gawang. Skor imbang. Harapan PSV menyala, zona play-off terasa dekat.
Sayangnya, harapan itu rapuh. Sang algojo datang. Harry Kane, menerima umpan Luis Díaz tepat di dalam kotak penalti, dan tanpa kompromi menghantam bola ke gawang Kovář.
Gol kedelapan Kane di Liga Champions musim ini. Bayern kembali unggul. PSV runtuh.
Kane nyaris menggandakan koleksi golnya, namun Kovář masih mampu menahan. Petaka PSV ditutup dengan kartu kuning kedua Mauro Júnior akibat tekel keras terhadap sang pencetak gol kemenangan.
Bayern menang.
Menurut ESPN, tiket 16 besar diamankan.(maq)
