Odegaard Buka Akun, Arsenal Kudeta Singgasana

Kiper Arsenal David Raya menyelamatkan gawangnya demi mempertahankan tiga poin. Foto: via BBC

edisiana.com – Arsenal kembali menegaskan ambisinya. Di Emirates, Sabtu malam yang menegangkan, The Gunners menundukkan Brighton dan sekali lagi merebut puncak klasemen Premier League, hanya dua jam setelah sempat direbut Manchester City.

Martín Odegaard menjadi tokoh utama. Kapten Norwegia itu mencetak gol pertamanya di liga musim ini, membuka jalan bagi kemenangan Arsenal yang akhirnya ditentukan oleh satu gol tambahan—ironisnya lewat bunuh diri Georginio Rutter.

Cukup untuk menaklukkan Brighton dan mengembalikan mahkota ke London Utara.

Dominasi Arsenal sebenarnya sudah terasa sejak menit awal. Pasukan Mikel Arteta menguasai laga dengan otoritas penuh: 15 tembakan dilepaskan, lima mengarah ke gawang.

BACA JUGA:  Bos Como Usul ke Arteta Agar Trossard Jadi Gelandang Arsenal

Sementara Brighton bahkan tak mampu mencatat satu pun tembakan di babak pertama. Keunggulan satu gol di jeda terasa “murah” jika dibandingkan dengan kontrol total yang mereka perlihatkan.

Tujuh menit setelah restart, Emirates kembali bergemuruh. Sepak pojok Declan Rice—yang malam itu berperan sebagai bek kanan dadakan—menciptakan kekacauan di kotak penalti.

Georginio Rutter, apes, justru membelokkan bola ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri itu menjadi yang keempat bagi Arsenal dalam empat pertandingan terakhir mereka—sebuah statistik aneh di tengah performa solid.

BACA JUGA:  Barca Juara Musim Ini Bukan Karena Keajaiban

Segalanya tampak mengarah pada kemenangan nyaman. Namun Brighton menolak menyerah. Usaha Yasin Ayari membentur tiang, dan Diego Gomez dengan sigap menyambar bola muntah untuk memperkecil kedudukan.

Ketegangan pun kembali menyelimuti Emirates.Fabian Hürzeler memainkan kartu terakhirnya dengan memasukkan Yankuba Minteh. Kecepatan sang winger langsung merepotkan pertahanan Arsenal dan memaksa David Raya bekerja ekstra.

Penyelamatan terbaik datang di momen krusial: Raya menepis sepakan melengkung Minteh yang mengarah ke sudut atas gawang—sebuah refleks yang menjaga tiga poin tetap di rumah.

Peluit akhir berbunyi, Arsenal bernapas lega. Odegaard membuka akun golnya, Arteta mengamankan kemenangan penting, dan The Gunners kembali duduk di singgasana.

BACA JUGA:  Manajer Inggris Berang, Taktiknya Bocor ke Swiss

Pertarungan gelar masih panjang, tapi pesan dari Emirates jelas: Arsenal belum menyerah.(maq)