edisiana.com – Como menunjukkan mentalitas baja saat bertandang ke markas Torino. Sempat tertinggal hingga menit ke-80, tim besutan Cesc Fabregas itu justru mengamuk di pengujung laga dan menang dengan skor 3-1.
Bermain di kandang lawan, Como justru dikejutkan oleh gol Che Adams pada menit ke-24. Berawal dari umpan terobosan Kian Fitz-Jim ke kotak penalti, Adams langsung melepaskan tembakan yang mengarah ke tengah gawang. Torino pun unggul 1-0.
Tertinggal lebih dulu membuat Como berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun, solidnya barisan pertahanan tuan rumah membuat upaya tim tamu kerap menemui jalan buntu. Sejumlah peluang yang dibangun belum mampu mengubah keadaan.
Situasi tak banyak berubah selepas jeda. Como terus mencari celah untuk membongkar pertahanan Torino, tetapi gol yang dinanti tak kunjung datang. Waktu terus berjalan dan peluang untuk membawa pulang poin penuh semakin menipis.
Namun, Como belum menyerah. Perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-81. Jacobo Ramón menjadi pemecah kebuntuan setelah menanduk umpan silang Nico Paz untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut seolah menjadi titik balik pertandingan. Como yang sebelumnya kesulitan menembus pertahanan lawan mendadak tampil lebih agresif. Hanya berselang enam menit, giliran Nico Paz yang mencatatkan namanya di papan skor.
Gelandang tersebut sukses menyundul bola dari tengah kotak penalti ke arah tengah gawang. Gol pada menit ke-87 itu membuat Como berbalik unggul 2-1 sekaligus membalikkan tekanan kepada tuan rumah.
Torino yang sebelumnya berada di atas angin kini justru harus mengejar ketertinggalan. Namun, Como tak memberi kesempatan bagi tuan rumah untuk menyelamatkan keadaan.
Pada masa injury time, Martin Baturina memastikan kemenangan Como. Dia sukses menaklukkan kiper Torino melalui tembakan yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang. Skor berubah menjadi 3-1 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Como untuk merangsek ke posisi keempat klasemen sementara Serie A.
Klub milik pengusaha Indonesia itu kini mengoleksi 20 poin, sekaligus menjaga persaingan di papan atas kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia. Como naik ke posisi keempat klasemen sementara Serie A.(maq)
