Laga Terbaik Sepanjang Klopp Jadi Manajer Klub

Klopp memeluk pemain usai menang 2-1 atas tuan rumah Newcastle. Foto: Getty via Daylimail

edisiana.com – Jurgen Klopp meraih kemenangan terbaik selama dia menjadi seorang manajer di pertandingan dramatis Newcastle versus Liverpool.

Darwin Nunez mencetak dua gol di menit-menit akhir dari bangku cadangan dan membuat kapten Virgil Van Dijk dikeluarkan dari lapangan karena melakukan tekel terakhir terhadap Alexander Isak di babak pertama.

Mereka sempat tertinggal satu gol setelah mantan pemain Everton Anthony Gordon mencetak gol karena kesalahan Arnold.

Dan Klopp, yang menghabiskan sebagian besar pertandingan dengan marah terhadap keputusan wasit.

“Pertandingan ini lebih sulit dibandingkan pertandingan melawan Barcelona (di mana Liverpool membalikkan defisit 3-0 pada leg pertama),” ujar bos The Red itu dinukil dari Daylimail pada hari ini.

“Dalam 1.000 pertandingan saya sebagai pelatih, saya belum pernah mengalami pertandingan seperti ini. Dengan 10 orang pemain dalam atmosfer seperti ini melawan lawan seperti ini, saya cukup yakin hal itu tidak pernah terjadi. Momen ini sangat langka dan sangat spesial,” tambahnya menjelaskan.

“Saya katakan di babak pertama bahwa ini (bisa) menjadi sesuatu yang bisa kami sampaikan kepada cucu-cucu kami,” sambung dia lagi.

Saya akan melihat milik saya dalam 10 hari dan saya akan memberi tahu mereka. Ada dua hal yang jelas saat itu: kami

Menurut Klopp, saat di ruang istirahat, dia sudah ultimatum pemain agar jangan membuat kesalahan seperti Trent Alexander-Arnold. “Dan tidak boleh mendapat kartu kuning lagi – dan jika itu terjadi, kami punya peluang,” ucapnya.

Mengenai pemenang pertandingan Nunez, Klopp mengatakan pemain Uruguay itu terlihat bersemangat setelah tidak memulai pertandingan.

“Saya hanya memberinya pelukan dan mendorongnya untuk berusaha demi tim,” tutur bos asal Jerman itu.

“Dia tidak senang tidak menjadi starter tetapi tidak bisa memiliki lebih dari 11 pemain yang bermain sepanjang waktu. Jadi harus memiliki stabilitas. Pemain tidak senang, kita perlu menciptakan cara baru dalam bermain sepak bola dan Darwin dapat menjadi bagian penting dari hal tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Eddie Howe kesal karena timnya menyerah melawan 10 orang di akhir pertandingan. “Saya ingin mereka terluka. Kami bangga dengan upaya kami untuk menang dan jika kami tidak bisa maka kami melakukan segala yang kami bisa untuk menyamakan kedudukan,” jelas Howe.

“Dan ini adalah pertandingan yang tidak seharusnya kami kalahkan. Tugas saya adalah menenangkan segalanya tetapi dari tiga pertandingan pertama kami sudah sangat dekat tetapi mungkin belum mendapatkan poin yang pantas kami dapatkan,” paparnya.

Howe menjelaskan, timnya tampil luar biasa, baik secara individu atau pun tim. “Kartu merah itu hampir menguntung kami. Tapi jika ada gol kedua akan mengubah segalanya dan kami tidak mendapatkannya,” kata Howe.

Howe mengatakan setelah Nunez mendapatkan dua momen yang menguntungkan. Hingga akhirnya unggul 2-1.(maq)

Exit mobile version