Terganjal Aturan UEFA, MU Tidak Bisa Main di Liga Eropa?

Bruno Fernandes dan Erik Ten Hag membawa trofi FA yang satu-satunya diperoleh musim ini. Foto: via Daylimail

edisiana.com – Manchester United tidak melaju mulus ke Liga Eropa musim depan. Mereka terganjal peraturan UEFA, terkait Pemiliki klub yang memiliki dua tim main di satu liga.

Kemenangan United atas City di final Piala FA hari Sabtu pekan lalu berarti Setan Merah kini lolos ke Liga Europa. Dengan menyingkirkan Chelsea ke Liga Conference.

Nice juga telah memastikan tempat di turnamen tersebut setelah finis di posisi kelima di Ligue 1.

Sesuai peraturan UEFA sebelumnya menyatakan bahwa meskipun beberapa tim di bawah payung kepemilikan yang sama dapat bermain di Eropa di masa mendatang, larangan bagi tim-tim tersebut untuk bermain di kompetisi yang sama tetap berlaku.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa United akan tersingkir ke Liga Conference karena Nice finis lebih tinggi di liga masing-masing. 

Namun, INEOS yakin situasi tersebut akan teratasi. “Kami mengetahui posisi kedua klub dan kami sedang berdialog langsung dengan UEFA,” ujar Manchester United dalam pernyataan seperti dikutip dari Daylimail pada hari ini.

“Kami yakin bahwa kami punya solusi untuk musim depan di Eropa,” tegas klub Manchester United.

United akan mendapat penangguhan hukuman karena kepemilikan saham Sir Jim Ratcliffe kurang dari ambang batas 30 persen untuk menerapkan aturan kepemilikan multi-klub.

Dan untungnya bagi klub Liga Premier, peraturannya telah dilonggarkan untuk musim baru.

Dan Pasal 5.04 peraturan UEFA sekarang mengatakan klub yang digantikan dalam satu kompetisi “masih dapat diterima di kompetisi klub UEFA lainnya (yaitu dalam urutan menurun: Liga Eropa UEFA atau Liga Konferensi UEFA) yang dapat diakses oleh asosiasi nasional terkait.”(maq)

Exit mobile version