edisiana.com – Radja Nainggolan yang awal ditangkap terkait dugaan terlibat sindikat narkoba mengakui beruntang 100.000 euro atau senilai Rp15,9 miliar dari seorang penjahat terkenal.
Pesepakbola Belgia itu, sudah bebas atas tuduhan dugaan keterlibatan dalam organisasi kriminal. Ia awalnya menyatakan melalui pengacaranya bahwa niatnya adalah untuk “membantu beberapa teman yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Tapi sekarang telah mengubah pengakuan dan mengatakan uang itu untuknya.
“Bukan mereka yang butuh uang, tapi saya,” kata Radja Nainggolan seperti dilansir Mundo Deportivo pada hari ini.
Nainggolan menambahkan bahwa dia membutuhkan uang tersebut karena rekening banknya dibekukan karena perceraiannya, jadi dia tidak dapat mengakses dana tersebut.
Pemain sepak bola tersebut menerima pinjaman €100.000 untuk membiayai pengeluaran kasinonya dan melunasi utangnya.
Oleh karena itu, menurut versinya, ia meminjam uang dari beberapa orang, termasuk Nasr-Eddine Sekkaki , seorang penjahat berusia 34 tahun dengan lebih dari tiga puluh hukuman dan yang termuda dari beberapa bersaudara yang terlibat dalam perampokan, penjambretan, pelarian, dan perdagangan narkoba di Belgia. Saat ini dia sedang dalam pembebasan bersyarat.
Biasanya, pemberi pinjaman akan menarik uang dari rekening ibunya dan memberikannya kepada Nainggolan secara tunai dalam bentuk pecahan 100 euro.
Mantan pemain Liga Indonesia tersebut kemudian akan mengembalikan uang tersebut ke rekening yang sama dalam bentuk transfer antara 5.000 hingga 30.000 euro, yang sebagian di antaranya akan mencakup “investasi dalam konstruksi” sebagai pembayaran.
Menurut media Spanyol itu, Sekkaki menganggap pinjaman sebagai “ltindakan persahabatan dan mencatat bahwa Nainggolan telah membayar kembali semua jumlah yang terutang.
Kecanduan Nainggolan pada judi sudah diketahui luas, karena ia menjadi korban penipuan senilai €150.000 di sebuah kasino Monaco pada tahun 2018 oleh komplotan kriminal yang mengkhususkan diri dalam mengkloning cek bank.
Nainggolan ditangkap bersama 17 orang lainnya pada bulan Januari sebagai bagian dari operasi polisi yang melibatkan 30 orang.
Di mana otoritas Belgia menyita 2,7 kilogram kokain, senjata api, dua jam tangan mewah senilai €360.000 masing-masing, perhiasan, emas, dan uang tunai €370.000.
Penegak hukum mencurigai jaringan tersebut mengimpor kokain dari Amerika Selatan ke Belgia melalui pelabuhan Antwerp.(maq)
