edisiana.com – Petenis Andy Murray telah berkonsultasi dengan seorang spesialis pergelangan kaki di London. Hasilnya, petenis ini mengalami robek legamen parah dan butuh pemulihan 12 bulan.
Murray mengalami robekan total pada ligamen talofibular anterior (ATFL) dan ligamen kalkaneofibular (CFL) robek parah.
Melansir MetroSports, waktu pemulihan yang diharapkan bervariasi mulai dari enam minggu hingga 12 bulan, tergantung apakah pembedahan diperlukan.
Setelah kekalahannya dari Machac, pemain berusia 36 tahun, yang bermain dengan pinggul metal, mengakui bahwa ia menantikan akhir dari karirnya.
Begitu ia gantung raket, Murray akan tercatat sebagai salah satu olahragawan terhebat di Inggris. Dia memenangkan dua gelar Wimbledon, dua medali Emas Olimpiade, dan AS Terbuka. Dia juga memimpin negaranya meraih kejayaan Piala Davis.
Mantan pemain nomor satu Inggris Tim Henman membuka tentang pensiunnya Murray. “Ada banyak pembicaraan dan saya selalu mengatakan bahwa dia harus bermain selama yang dia inginkan,” ujar kepada Sky Sport.
“Ada indikasi bahwa dia akan berhenti di musim panas dan ketika kita semua melihat ke belakang dan merenungkan apa yang telah dia capai, itu sungguh luar biasa,” tambahnya.
Ia menjelaskan memenangkan tiga Slam dan dua medali emas Olimpiade serta Piala Davis dan menjadi peringkat 1 dunia, merupakan pencapaian yang sangat fenomenal.
“Saya pikir harus memperhitungkan era dimana dia berkompetisi melawan Federer, Nadal, dan Djokovic yang merupakan tiga pemain terhebat dalam sejarah olahraga kita. Jadi dia akan melihat ke belakang dengan penuh kepuasan,” ungkapnya.(maq)











