edisiana.com – Kekalahan menyakitkan di Copa del Rey menjadi akhir perjalanan Manolo González bersama RCD Espanyol. Klub asal Catalan tersebut resmi memecat sang pelatih setelah takluk 3-4 dari Sestao pada laga yang berlangsung Rabu dini hari WIB.
Keputusan itu diambil di tengah merosotnya performa Espanyol. Kekalahan dari Sestao menjadi yang ketiga secara beruntun bagi klub berjuluk Los Periquitos tersebut.
Rentetan hasil negatif itu membuat posisi González kian terdesak hingga manajemen akhirnya menjatuhkan keputusan tegas.
Pemecatan ini sekaligus mengakhiri masa bakti González yang telah berlangsung selama dua setengah tahun sebagai pelatih tim utama Espanyol.
Perpisahan tersebut terasa pahit, menukil MD, mengingat kontribusinya dalam membawa klub melewati sejumlah periode penting.
González mengambil alih kursi pelatih dari Luis Miguel Ramis pada Maret. Di bawah arahannya, Espanyol berhasil meraih promosi ke LaLiga, sebuah pencapaian penting yang mengembalikan klub ke kasta tertinggi sepak bola Spanyol.
Tak hanya itu, González juga mampu mempertahankan Espanyol di LaLiga dalam dua kesempatan. Capaian tersebut menjadi bukti perannya dalam menjaga stabilitas tim di tengah ketatnya persaingan kompetisi.
Dia juga berhasil membangun kedekatan dengan para pendukung. Keberhasilannya menyatukan suporter di tengah perjalanan klub menjadi salah satu warisan positif selama menangani Espanyol.
Namun, sepak bola tak selalu memberi ruang bagi masa lalu. Rentetan kekalahan dan tersingkirnya Espanyol dari Copa del Rey menjadi pukulan telak yang akhirnya mengakhiri kiprah González di kursi pelatih.
Kini, Espanyol harus segera berbenah untuk menghentikan tren negatif sekaligus menentukan arah baru di tengah kompetisi yang masih berjalan.
Sementara bagi González, perjalanan bersama Los Periquitos resmi berakhir setelah melewati dua setengah tahun penuh dinamika.(maq)











