edisiana.com – Kopenhagen akhirnya meraih kemenangan pertama mereka di Liga Champions, menekuk Kairat Almaty 3-2 dalam duel penuh ketegangan pada Rabu malam. Mantan klub Kevin Diks itu kini mengumpulkan empat poin—dan yang terpenting, tetap bernapas dalam perburuan tiket playoff.
Tim Denmark turun dengan satu misi sederhana: tidak boleh terpeleset. Dan setelah babak pertama yang tegang, Dan Daðason membuka keran gol pada menit ke-26, memberi energi bagi publik tuan rumah.
Segalanya meledak di babak kedua.
J. Larsson dan Robert Silva menggandakan keunggulan Kopenhagen, membuat stadion meletup dalam euforia. Seolah laga sudah terkunci? Tidak bagi Kairat.
Tim tamu menolak menyerah, dan dalam 10 menit terakhir mereka menebar kepanikan:
Satpaev mencetak gol pada menit 81, lalu Baybek menambah drama dengan gol di menit 90.
Kopenhagen terombang-ambing, namun tidak tumbang. Mereka menggenggam kemenangan sampai peluit panjang berbunyi.
Dengan hasil ini, menurut MD, Kopenhagen memasuki dua matchday terakhir dengan 4 poin—sebuah angka kecil tetapi krusial.
Mengingat raksasa seperti Villarreal, Napoli, dan Barcelona menunggu dalam tiga laga berikutnya. Margin untuk kesalahan? Nol.
Namun satu hal pasti: Harapan masih hidup.
Sesuatu yang tidak lagi dimiliki Kairat Almaty, yang baru mengumpulkan satu poin sepanjang turnamen.
Kopenhagen masih jauh dari aman—tapi malam ini, mereka setidaknya membuktikan bahwa mereka belum menyerah. Mereka masih di sana, bertarung, menggigit, berharap. (maq)
