edisiana.com – Tim Nasional Iran sukses meraih kemenangan meyakinkan atas Timnas Gambia dengan skor 3-1 dalam laga uji coba internasional yang digelar di Stadion Mardan, Turki, Jumat malam.
Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan Iran menjelang ajang Piala Dunia.
Pada awal pertandingan, kedua tim tampil hati-hati dan cenderung bermain lambat.
Iran maupun Gambia masih berupaya membaca pola permainan lawan sehingga peluang berbahaya belum banyak tercipta sepanjang sebagian besar babak pertama.
Gambia justru mampu memecah kebuntuan lebih dahulu menjelang turun minum. Pada menit ke-42, Omar Colley mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan kaki kanan dari tengah kotak penalti yang mengarah ke bagian tengah atas gawang Iran.
Gol tersebut lahir setelah ia menerima umpan matang dari Ebrima Colley. Keunggulan 1-0 untuk Gambia bertahan hingga jeda pertandingan.
Memasuki babak kedua, Iran tampil lebih agresif dan langsung memberikan respons. Hasilnya terlihat pada menit ke-50 ketika Aria Yousefi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Tendangan kaki kanannya dari dalam kotak penalti gagal diantisipasi kiper Gambia dan bersarang di bagian tengah atas gawang.
Gol penyama kedudukan itu meningkatkan kepercayaan diri para pemain Iran. Mereka kemudian berbalik unggul melalui Ramin Rezaeian yang memanfaatkan kerja sama apik dengan Ali Alipour.
Gol tersebut membuat Iran memimpin 2-1 dan semakin menguasai jalannya pertandingan.
Keunggulan Iran semakin kokoh pada menit ke-68. Penyerang andalan Mehdi Taremi sukses mencetak gol ketiga setelah melepaskan penyelesaian yang mengarah ke bagian tengah atas gawang Gambia. Skor berubah menjadi 3-1 untuk Iran.
Meski kedua tim masih menciptakan sejumlah peluang hingga akhir pertandingan, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Laga persahabatan tersebut pun ditutup dengan kemenangan 3-1 untuk Iran.
Hasil ini menjadi modal positif bagi Iran dalam mematangkan persiapan menghadapi kompetisi internasional mendatang.
Sementara bagi Gambia, pertandingan ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki performa tim, khususnya dalam mengantisipasi tekanan lawan pada babak kedua.(maq)
