edisiana.com – Inggris memang berada di atas angin, tetapi mereka tak boleh lengah. The Three Lions akan menantang Panama pada laga pamungkas Grup L yang digelar di Stadion MetLife, Ahad pagi, dalam pertandingan yang menentukan langkah menuju babak 32 besar.
Skuad asuhan Thomas Tuchel hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke fase gugur. Inggris saat ini unggul selisih gol atas Ghana dan memimpin satu poin dari Kroasia, sehingga nasib mereka sepenuhnya berada di tangan sendiri.
Namun, target Inggris bukan sekadar lolos. Kemenangan akan mengunci posisi sebagai juara Grup L, dengan catatan Ghana tidak mampu menaklukkan Kroasia dengan selisih dua gol atau lebih pada pertandingan lainnya.
Di atas kertas, Inggris menjadi favorit mutlak. Panama bahkan sudah dipastikan tersingkir setelah gagal meraih hasil yang dibutuhkan pada dua laga sebelumnya. Meski demikian, duel ini tetap menyimpan nilai emosional tersendiri.
Pasalnya, kedua tim pernah bertemu di Piala Dunia 2018. Saat itu, menurut Sport Mole, Inggris tampil luar biasa dengan membantai Panama 6-1, kemenangan yang hingga kini masih menjadi satu-satunya pertemuan kedua negara di level senior.
Catatan tersebut jelas menguntungkan Inggris secara head-to-head. Namun, Thomas Tuchel dipastikan tak ingin anak asuhnya terlena oleh sejarah. Sebab, satu kesalahan kecil di laga penentuan bisa mengubah peta persaingan Grup L.
Kini, semua mata tertuju ke MetLife. Inggris memburu kemenangan untuk memastikan status juara grup, sementara Panama akan berusaha menutup turnamen dengan penampilan terhormat meski peluang mereka telah berakhir.(maq)











