edisiana.com – Georgia bertemu Spanyol di babak 16 besar. Sementara Inggris akhirnya terhindar musuh beratnya Belanda yang terseok-seok di penyisihan grup.
Gol awal Khvicha Kvaratskhelia dan penalti Georges Mikautadze membuat Georgia, peringkat 74 dalam peringkat FIFA, menang atas Portugal yang sudah lolos.
Sementara Portugal asuhan Cristiano Ronaldo berada di peringkat keenam dunia dan menjadi juara Eropa pada tahun 2016.
Kemenangan Slovakia (48) atas Belgia (3) di awal turnamen ini sebelumnya merupakan kekecewaan terbesar.
Kemenangan tersebut, meskipun melawan tim lapis kedua Portugal yang telah lolos ke babak berikutnya, juga merupakan hasil terbesar bagi Georgia sejak negara tersebut memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991.
Setelah tampil mengecewakan di peringkat keempat grup kualifikasi Euro, Georgia harus mengambil jalan memutar ke Jerman. Pertama dengan memenangkan grup di turnamen UEFA Nations League yang kurang glamor dan kemudian mengalahkan Yunani di babak playoff.
Tapi tidak ada yang tidak patut dari cara Pelatih Willy Sagnol, mantan bek Bayern Munich dan Prancis. Dan timnya mengklaim finis ketiga di Grup F turnamen dan mempersiapkan pertemuan babak 16 besar dengan pemenang Euro tiga kali Spanyol.
Saat kedua tim bertemu September lalu di babak kualifikasi turnamen di Jerman, Spanyol mengalahkan Georgia 7-1 di Tbilisi.
Kemenangan Georgia juga berarti Inggris akan berhadapan dengan Slovakia, Rumania akan menghadapi Belanda. Sedangkan dan Portugal akan menghadapi Slovenia di babak 16 besar.
Hongaria yang sempat bersaing memperebutkan tempat di babak berikutnya, tersingkir.
Pada pertandingan Grup F lainnya pada hari ini, Turki memastikan tempat mereka di babak 16 besar dengan kemenangan 2-1 atas 10 pemain Czechia, yang kini pulang ke rumah.(maq)
