edisiana.com – Claudio Ranieri menutup karier kepelatihannya bersama AS Roma dengan manis. Giallorossi meraih kemenangan 2-0 atas Torino dalam laga pamungkas Serie A 2024/25, Minggu malam. Di saat bersamaan, rival sekota mereka, Lazio, menelan kekalahan 0-1 di kandang sendiri dari Lecce.
Gol pertama Roma dicetak oleh Leandro Paredes melalui eksekusi penalti di babak pertama. Setelah jeda, Alexis Saelemaekers menggandakan keunggulan lewat sundulan tajam, memastikan tiga poin untuk tim tamu.
Saat Ranieri diangkat sebagai pelatih pada November lalu, Roma terpuruk di posisi ke-12 klasemen. Namun di bawah asuhannya, tim hanya menelan satu kekalahan di sepanjang paruh kedua musim, menunjukkan transformasi yang solid meski gagal merebut tiket ke kompetisi Eropa.
“Saya katakan kepada para pemain bahwa kami harus berjuang sampai detik terakhir,” ujar Ranieri usai laga seperti dilansir ESPN pada hari ini.
“Kami tidak masuk Liga Champions dan saya sangat menyesalkan itu untuk para penggemar. Tapi kami telah memberikan segalanya.”
Ranieri, yang kini akan beralih ke peran penasihat, juga terlibat dalam proses pemilihan pelatih baru Roma. Meski identitasnya belum diumumkan secara resmi, Ranieri memberikan sinyal bahwa pengumuman akan datang dalam waktu dekat.
“Ketika presiden ingin mengumumkannya, sudah seharusnya ia yang mengatakannya,” ucapnya, merujuk pada pemilik klub asal Amerika, Dan Friedkin.
Perpisahan ini menandai akhir dari perjalanan kepelatihan panjang Ranieri, yang pernah menukangi berbagai klub top Eropa dan dikenal luas sebagai sosok di balik keajaiban Leicester City pada 2016.(maq)
