edisiana.com – Langkah Inter Milan menuju Scudetto belum sepenuhnya mulus. Di tengah peluang untuk mulai mengunci gelar, Nerazzurri justru tertahan dalam hasil imbang 2-2 melawan Torino FC—sebuah laga yang menyisakan rasa pahit sekaligus ketegangan menuju pekan penentuan.
Tim asuhan Cristian Chivu sejatinya memegang kendali.Keunggulan dibuka oleh Marcus Thuram lewat sundulan tajam di babak pertama, memanfaatkan celah di pertahanan lawan.
Dominasi Inter berlanjut hingga babak kedua, saat Yann Bisseck menggandakan keunggulan—lagi-lagi melalui duel udara—setelah pertandingan melewati satu jam.
Namun seperti naskah klasik sepak bola Italia, segalanya berubah dalam sekejap.
Giovanni Simeone menjadi titik balik bagi Torino.
Golnya dengan 20 menit tersisa membangkitkan semangat tuan rumah dan memicu tekanan tanpa henti ke lini belakang Inter.
Ketegangan mencapai puncaknya di menit-menit akhir, saat wasit menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR mengonfirmasi handball kontroversial dari Carlos Augusto.
Dengan dingin, Nikola Vlašić mengeksekusi penalti dan mengubah skor menjadi 2-2—hasil yang menggagalkan pesta dini Inter.
Meski demikian, jarak 10 poin dari SSC Napoli dengan empat laga Serie A tersisa membuat Inter tetap berada di ambang kejayaan.
Kesempatan berikutnya menurut ESPN, datang di kandang melawan Parma Calcio 1913 pada 3 Mei—di mana satu langkah lagi bisa memastikan gelar juara resmi menjadi milik mereka.(maq)











