edisiana.com – Derbi klasik Italia antara AC Milan dan Juventus FC berakhir tanpa pemenang—dan tanpa gol.
Di sebuah malam yang seharusnya menentukan arah perebutan tiket Liga Champions, kedua tim justru terjebak dalam kebuntuan yang mencerminkan ketegangan lebih besar daripada kualitas akhir.
Laga berlangsung dengan tempo hati-hati, nyaris tanpa peluang bersih. Intensitas ada, duel keras tak terhindarkan, tetapi kreativitas di sepertiga akhir lapangan menghilang.
Dalam pertandingan yang menuntut keberanian, keduanya memilih kehati-hatian.
Sorotan justru datang dari insiden yang melibatkan Luka Modrić. Peraih Ballon d’Or itu harus meninggalkan lapangan setelah benturan kepala dengan Manuel Locatelli—momen yang menambah nada muram dalam laga yang sudah kekurangan kilau.
Hasil ini menurut MD, membuat AC Milan tetap bertahan di posisi ketiga dengan 67 poin, sementara Juventus FC menguntit di peringkat keempat dengan 64 poin.
Namun ancaman semakin nyata: Como 1907 dan AS Roma, masing-masing dengan 61 poin, terus mendekat dan siap memanfaatkan setiap celah.
Dengan hanya empat pertandingan Serie A tersisa, margin kesalahan nyaris tak ada. Derbi ini mungkin tak menghasilkan gol, tetapi konsekuensinya bisa bergema hingga akhir musim.(maq)











