edisiana.com – Pertandingan panas kebanyakan yang mempertemukan dua tim dari kota yang sama. Setidaknya dua tim dari wilayah geografis yang sama.
Clásico sangat berbeda. Madrid, berada di ibu kota Spanyol, tempat pemerintahan pusat berada. Sementara Barcelona, hampir 400 mil ke arah timur di Catalonia. Yakni wilayah Spanyol yang sedang berjuang untuk kemerdekaan.
“Ini berbeda dari semua derby lain yang mainkan di dunia karena ini lebih politis. Karena ada semangat bebas Catalonia dan orang-orang Catalan. Jadi ini lebih dari sekadar permainan, ini juga politik,” terang Henk ten Cate, asisten Frank Rijkaard di Barça antara tahun 2004 dan 2007 dikutip dari ESPN pada hari ini.
“Inilah yang membuatnya sangat berbeda dari semua pertandingan lain,” ucapnya menambahkan.
Misalnya, ia melanjutkan, di Belanda ada Ajax – Feyenoord , yang sangat seru. Lalu Derby London antara Chelsea-Arsenal. “Juga ada Manchester United – Manchester City , Liverpool – Everton , itu adalah derby tetapi pada level yang berbeda,” tuturnya.
Karena bernuasa muatan politis itu, target manajer Barçelona kala itu hanya mengalahkan Madrid. Tanpa perdulikan gelar LaLiga.
“Terry, kamu tidak akan pernah memenangkan LaLiga, tetapi jangan khawatir, selama kamu mengalahkan Madrid, semua orang akan senang,” kata Terry Venables semasa hidup saat diwawancarai pada tahun 2017:
Terry Venables merupakan, pelatih Barcelona antara tahun 1984 dan 1987. Semasa jadi pelatih dia sempat dihentikan para pendukung Barca. Dan cukup untuk mengalahkan Los Blancos.
“Orang-orang menghentikan saya di jalan,” ujarnya. Venables melatih di era yang berbeda. Barça belum pernah memenangkan LaLiga selama satu dekade ketika pelatih asal Inggris itu mengambil alih.
“Ini omong kosong,” kata Henk ten Cate, ditanya apakah mengalahkan Madrid adalah hal terpenting.
“Gelar juara adalah yang terpenting. Itu sedikit mengurangi kecemerlangan saat Anda tidak memenangkan pertandingan melawan Madrid tetapi memenangkan gelar. Memenangkan gelar tetap yang terpenting karena itu berarti sepanjang musim Anda adalah tim terbaik,” jelasnya menegaskan.
Faktanya, kedua tim sering kali sangat berimbang sehingga pertandingan ini berdampak langsung pada perolehan gelar. Memenangkan laga Clásico dan memenangkan gelar tidak dapat dipisahkan.
Madrid memenangkan kedua laga Clásico musim lalu dan memenangkan LaLiga; jika Barça memenangkan keduanya, mereka akan merebut gelar.
“Saya akan mengatakan ada rasa antisipasi yang meningkat menjelang pertandingan ini dan itu tercipta, saya kira, dari luar,” kata Paul Clement, yang pernah menjadi asisten Carlo Ancelotti di Madrid.
“Media, pembicaraan di antara para penggemar, semuanya meningkat. Anda merasakannya. Anda juga tahu bahwa laga ini akan memberi dampak pada ke mana arah gelar juara. Itu adalah pertandingan enam poin,” pungkasnya.(maq)
