edisiana.com – Manajer Aston Villa, Unai Emery, tak mampu menyembunyikan amarahnya setelah timnya menelan kekalahan 0-2 dari Manchester United di Old Trafford. Emery mengecam keras keputusan wasit yang menghadiahkan penalti kepada tuan rumah serta menganulir gol Villa secara kontroversial.
Villa sebenarnya punya peluang besar mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan, apalagi setelah Newcastle kalah 0-1 dari Everton.
Namun, bermain dengan 10 orang setelah kiper Emiliano Martinez diusir keluar lapangan, harapan itu sirna.
Petaka bagi Villa dimulai saat Morgan Rogers mencetak gol yang sempat disambut sorak-sorai para pendukungnya. Namun, gol tersebut dianulir wasit dengan alasan Rogers telah menendang bola dari tangan kiper Altay Bayindir, yang dianggap telah menguasai bola.
Karena wasit telah meniup peluit sebelum bola masuk gawang, VAR pun tidak bisa mengintervensi.
Melalui pernyataan di media sosial, Pusat Pertandingan Liga Premier menjelaskan: “Keputusan wasit adalah tendangan bebas untuk Manchester United karena Bayindir dianggap menguasai bola sebelum Rogers menyentuhnya. Peluit telah ditiup sebelum bola masuk, sehingga insiden tidak dapat ditinjau oleh VAR,” tulisnya seperti dilansir BBC pada Senin ini.
Tak berhenti di situ, kemarahan Emery memuncak ketika wasit kembali membuat keputusan kontroversial di menit-menit akhir laga.
Ian Maatsen dianggap melanggar Amad Diallo di kotak terlarang, dan wasit menunjuk titik putih. Christian Eriksen yang tengah bersiap meninggalkan klub, mengeksekusi penalti dengan tenang dan menutup laga dengan skor 2-0.
Dengan hasil ini, Aston Villa, yang sebelumnya mencapai perempat final Liga Champions musim ini, harus puas hanya tampil di Liga Europa musim depan.
Emery pun meninggalkan Old Trafford dengan penuh kekecewaan dan amarah terhadap kepemimpinan wasit yang menurutnya merugikan timnya secara signifikan.(maq)
