edisiana.com – Komite Hukum Liga Sepak Bola Profesional (LFP) Prancis menengahi perselisihan upah antara Kylian Mbappe dan Paris Saint- Germain.
Melansir L’Equipe , pengacara kedua belah pihak bertemu pada Rabu ini melalui undangan LFP dan menerima informasi permintaan dari Komite.
PSG juga merilis pernyataan yang menyatakan mediasi telah diminta untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.
“Paris Saint-Germain sangat senang dengan sidang dua jam hari ini di hadapan Komisi,” bunyi pernyataan dari klub raksasa Ligue 1 itu seperti dilansir Daily Mail pada hari ini.
“Klub mengingat bahwa pemain tersebut telah membuat komitmen publik dan pribadi yang jelas setelah diberikan manfaat yang belum pernah ada sebelumnya oleh klub selama tujuh tahun yang fantastis di Paris,” terang klub.
Berdasarkan argumen lisan dan terdokumentasi dari klub, Komisi bersikeras agar kedua belah pihak melakukan mediasi, yang telah diupayakan Paris Saint-Germain selama berbulan-bulan.
“Komisi kini telah mengundang pemain tersebut untuk mempertimbangkan proses mediasi.”
Mbappe dilaporkan menghubungi UEFA bulan lalu mengenai biaya sebesar £47 juta yang ia yakini belum dibayarkan selama tujuh tahun tinggal bersama klub Ligue 1 tersebut.
Laporan dari Le Monde, jumlah total tersebut termasuk bonus penandatanganannya, yang awalnya seharusnya diterima pemain tersebut pada bulan Februari, serta gaji tiga bulan terakhirnya.
Mbappe, yang merupakan kapten tim nasional Prancis, meninggalkan juara tanah airnya pada musim panas dengan status bebas transfer, bergabung dengan Real Madrid.
Kepergiannya terjadi setelah bertahun-tahun dilaporkan terjadi perselisihan dengan klub, termasuk Mbappe yang dilaporkan mencoba meninggalkan klub untuk pindah ke Liverpool pada tahun 2022 .
Sejak kepindahannya ke Spanyol, pemain berusia 25 tahun itu telah tampil lima kali untuk pemegang gelar LaLiga.
Dia mencetak gol debutnya melawan Atalanta di Piala Super UEFA dan memenangkan trofi pertamanya di klub.(maq)
