edisiana.com – Penjualan Pau Víctor ke klub Portugal, Braga, memberikan angin segar bagi situasi keuangan Barcelona, khususnya dalam hal regulasi fair play finansial. Transfer ini bernilai sekitar €12 juta ditambah potensi €3 juta dalam bentuk variabel, dan memberikan dampak signifikan terhadap margin fair play klub.
Dari total nilai transfer tersebut, Barcelona secara langsung memperoleh sekitar 20 persen, yaitu €2,4 juta dari €12 juta yang dibayarkan di muka oleh Braga.
Jika variabel sebesar €3 juta juga terealisasi, maka jumlah total yang diterima Barça bisa mendekati €2,8 juta. Jumlah ini cukup penting mengingat kondisi keuangan klub yang masih dalam tahap pemulihan.
Selain pemasukan dari penjualan, transfer ini juga melepaskan beban gaji Pau Víctor dari neraca keuangan klub. Dengan gaji tahunan sekitar €400.000, Barcelona mampu menghemat sekitar €240.000—mengacu pada regulasi La Liga yang memungkinkan klub melepas 60% dari beban tersebut dalam konteks fair play.
Gabungan dari penjualan Pau Víctor dan beberapa transaksi sebelumnya seperti Clement Lenglet, Ansu Fati, dan Pablo Torre menciptakan margin tambahan untuk Barcelona dalam hal pendaftaran pemain baru.
Menurut Mundo Deportivo, transfer Pau Víctor saja meninggalkan ruang fair play sebesar €2,4 juta untuk transfer, dan €240.000 dalam gaji.
Namun, seperti dalam banyak kasus lainnya, Barcelona masih harus berhati-hati dengan struktur keuangannya. Dua faktor penting yang harus terus diperhitungkan adalah amortisasi kontrak pemain dan batasan ketat dari La Liga terhadap pengeluaran klub yang melebihi pendapatan (over fair play).
Terlepas dari itu, langkah ini menjadi bagian dari strategi klub untuk memperbaiki struktur keuangan mereka sekaligus membuka ruang untuk mendaftarkan pemain-pemain baru.
Salah satunya adalah Dani Olmo, yang bersama Pau Víctor, tetap terdaftar setelah mendapatkan resolusi dari Dewan Tinggi Olahraga Spanyol (CSD).(maq)
