Menang Atau Kalah, Ten Hag Tetap Dipecat

Erik Ten Hag. Foto: Daylimail

edisiana.com – Manchester United telah memutuskan untuk memecat Erik ten Hag terlepas dari hasil final Piala FA pada malam ini melawan Manchester City.

Final di Wembley hari Sabtu ini dianggap mewakili tidak hanya peluang terakhir United untuk meraih trofi musim ini. Namun juga peluang terakhir Ten Hag untuk mendapatkan dukungan dari petinggi Old Trafford.

Meskipun mencapai final Piala FA, di mana mereka akan menghadapi rival lokal dan juara Liga Premier Man City, United tampil mengecewakan di musim kedua Ten Hag. Hanya finis di urutan kedelapan di Liga Premier.

Itu adalah penampilan liga terburuk Manchester United dalam 34 tahun. Sementara tim asuhan Ten Hag juga kalah lebih banyak dibandingkan tim United lainnya di era Liga Premier dan berakhir dengan selisih gol negatif untuk pertama kalinya sejak 1990.

Namun, dengan kurangnya pesaing yang jelas untuk menggantikan pemain Belanda itu. Kendati tampil mengesankan di Ajax sebelum pindah ke Old Trafford pada tahun 2022. Kepemimpinannya di United masih dikatakan tidak seimbang menjelang final Piala FA.

Namun The Guardian mengatakan Ten Hag akan dipecat meski Manchester United walaupun memenangkan Piala FA. Berarti pemilik baru Sir Jim Ratcliffe akan menunjuk manajer baru musim panas ini.

Raksasa Liga Premier mengidentifikasi mantan bos Bayern Munich Thomas Tuchel, Kieran McKenna dari Ipswich Town, Thomas Frank dari Brentford dan mantan manajer Chelsea Mauricio Pochettino dan Graham Potter sebagai kemungkinan penggantinya.

United menikmati musim pertama yang menjanjikan di bawah Ten Hag, finis ketiga di Liga Premier dan memenangkan Piala Carabao. Tapi mereka gagal membangun platform tersebut tahun ini dan hal itu akan membuat pelatih berusia 54 tahun itu kehilangan pekerjaannya.

Terkait kabar itu,Ten Hag hanya menjawab politis. “Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Hanya fokus pada pekerjaan yang harus saya lakukan dan yang pertama adalah memenangkan pertandingan pada hari Sabtu ini, dan kemudian melanjutkan proyek tersebut. Setiap pertandingan saya ingin menang dan itu saja,” terangnya dikutip dari MetroSports pada hari ini.

Namun Setan Merah harus mengalahkan tim Manchester City. City pekan lalu meraih gelar Liga Premier keempat berturut-turut yang memecahkan rekor. Dan kini mengincar gelar ganda domestik berturut-turut yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pasukan Pep Guardiola mengalahkan United dua kali di liga musim ini dan memiliki kenangan indah dari final Piala FA tahun lalu. Mereka mengalahkan rival lokalnya dalam perjalanan untuk mengamankan treble bersejarah.

Manchester City telah memenangkan enam dari tujuh pertandingan terakhir melawan Manchester United. Saat ini berusaha memanfaatkan kekacauan di sekitar Old Trafford untuk mengamankan lebih banyak trofi pada hari ini.(maq)

Exit mobile version