Kebakaran Lahan di Riau, Ini Lokasinya

793
Tim gabungan bersama masyarakat memadamkan api melahap lahan di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.Foto: MCR

Api Terpantau dan Bisa Dikendalikan

Riau, edisiana.comLima daerah di wilayah Provinsi Riau, Indragiri Hilir dan Hulu, Bengkalis, Siak serta Dumai mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Petugas gabungan pun tengah memadamkan api yang membakar lahan tersebut.

Pertama kebakaran itu terjadi ada di desa Kempas, Kecamatan Pekan Tua Indragiri Hilir (Inhil). Kemudian di Kuala Cenaku dan Kuala Maya Indragiri Hulu (Inhu).

BACA JUGA:  Gara-gara Truk Muatannya Berlebih, Negara Rugi 43 Triliun

Ketiga di Rupat, Bukit Batu Tanjung Uban Kabupaten Bengkalis . Kemudian di Siak. Kebakaran lahan terjadi di daerah Bunsur dan Mengkapan. 

Dan di Mundam Kota Dumai, serta di Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan di Dumai. 

“Di Lubuk gaung ini pernah kebakaran hebat di tahun 2019 lalu, ini terulang lagi dan sekarang petugas sedang bekerja keras untuk melakukan proses pemadaman,” tutur Koordinator Wilayah (Korwil) Manggala Agni Provinsi Riau, Edwin Putra, S.Hut, M.Si, seperti dilansir mediacenter.riau.go.id pada Rabu, 24 Februari 2021.

BACA JUGA:  Persepsi Usai Divaksin Aman Covid, Itu Salah

Menurut Edwin, kebakaran lahan dengan cepat meluas karena kondisi cuaca yang panas sekali. Sehingga petugas harus berjibaku memadamkan api. 

“Sudah lima sampai seminggu ini tidak hujan, jadi lahannya kering, sehingga api tidak hanya terlihat di atas, tapi sudah masuk ke bawah gambut, baranya terus menjalar. Dan ini yang butuh waktu untuk proses pemadamannya,” imbuhnya. 

BACA JUGA:  Yuk! Ke 'Raja Ampat' Riau

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger mengatakan api di setiap daerah yang terpantau terjadi Karhutla, sudah bisa dikendalikan dan kini dalam proses pendinginan. 

“Sejauh ini sejumlah daerah yang terjadi Karhutla sudah berhasil dikendalikan. Dan saat ini sedang dalam tahapan pendinginan,” kata Edwar Sanger kepada wartawan.(maq)

BAGIKAN