edisiana.com – Pep Guardiola selalu bisa mengatasi masalah dì skuadnya. Kala tidak ada Kun Aguero, dia dapat mengisi pemain lain. Begitu juga kali ini. Manchester City kehilangan pemain terbaik mereka Kevin de Bruyne.
Pep telah menemukan solusinya. Dengan Foden yang tampil luar biasa ketika menghadapi Newcastle akhir pekan lalu.
Ketika dimainkan di posisi yang lebih sentral, Foden menawarkan lebih banyak hal kepada tim secara keseluruhan.
Musim lalu – Guardiola masih memiliki Gundogan dan De Bruyne. Foden bermain sebagian besar ditempatkan di sayap.
Dari laga hasil imbang 1-1 dengan Brighton menjelang akhir musim lalu – pertandingan terakhir Liga Premier Foden, Gundogan dan De Bruyne semuanya menjadi starter.
Pada kesempatan itu, dua pemain terakhir dikerahkan di tengah, dengan Foden di kiri. Gelandang Inggris itu mencetak gol untuk City hari itu. Tapi hanya melakukan 32 sentuhan bola, dibandingkan dengan 102 sentuhan yang dilakukan Gundogan. Walau pun Foden diganti di awal babak kedua.
Melawan Newcastle akhir pekan lalu, dia bermain di peran sentral yang lebih maju, Foden cukup banyak bermain di sepertiga akhir.Kendati tidak mencetak gol, dia memiliki 69 sentuhan bola dan menciptakan tujuh peluang untuk rekan satu timnya – lebih banyak dari yang dia lakukan dalam penampilan tunggal Liga Premier sebelumnya.
“Cara dia mengambil bola di Newcastle adalah salah satu sentuhan terbaik musim ini,” kata mantan striker Blackburn Chris Sutton dikutip dari BBC pada hari ini.
“Ini adalah hari-hari awal, tapi mudah cara dia melakukan sesuatu dan kemudian mengatur Alvarez – ini bisa menjadi musim yang sangat besar baginya,” tuturnya.(maq)











