edisiana.com – Pelatih dan penjaga gawang Thailand dan dua ofisial tim telah diskors selama satu tahun. Mereka terlibat perkelahian massal selama final sepak bola pria di Sea Games saat Indonesia mengalahkan Thailand
Asosiasi Sepak Bola Thailand mengaku kiper Soponwit Rakyart dan pemain pengganti Teerapak Pruengna diberi larangan lebih ringan. Karena dinilai masih muda dan dan telah meminta maaf.
Rakyart adalah salah satu dari empat pemain yang dikeluarkan dari lapangan. Dia berlari setengah lapangan untuk memukul pemain dì depan banch lawan.
“Tim pencari fakta sepakat dengan suara bulat bahwa sebagai orang dewasa, pelatih penjaga gawang dan ofisial tim sudah cukup dewasa untuk mengendalikan situasi dan memberi contoh yang baik bagi para pemain, yang berusia di bawah 22 tahun. Mereka seharusnya tidak memimpin atau ikut serta dalam peristiwa itu,” jelas federasi sepak bola Thailand dalam pernyataan seperti dilansir BBC pada hari ini.
Indonesia awalnya memimpin 2-1 berkat gol babak pertama dari Ramadhan Sananta. Singkatnya di menit pertambahan waktu, wasit meniupkan pluit panjang.
Pelatih, pemain dan staf pelatih Indonesia lalu melakukan selebrasi mengira pertandingan berakhir. Tapi ternyata tidak, wasit meniup pluit karena pelanggaran untuk tendangan bebas Thailand.
Nah, dari tendangan bebas itu, Anan Yodsangwal menyamakan kedudukan. Pemain Thailand seketika merayakannya dengan berlari ke bangku cadangan Indonesia, memicu keributan pertama.
Laga akhirnya dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2X15 menit. Dan Irfan Jauhri mencetak gol untuk Indonesia dalam hitungan detik dimulainya perpanjangan waktu.
Pukul dan tendangan mendarat dalam huru-hara seketika dan petugas keamanan harus turun tangan. Dan akhir berhasil dileraikan.
Indonesia pun lalu melakukan sebelarasi lagi. Dan, akhirnya terlibat kerusuhan. Dua pemain dari kedua tim diberi kartu merah. Begitu juga staf pelatih dikeluarkan setelah insiden kedua.
Dengan unggul pemain, Indonesia memastikan kemenangan melalui gol Fajar Rahman dan Beckman Putra untuk medali emas Pesta Olahraga Asia Tenggara pertama bagi Indonesia sejak 1991.(maq)
Pelatih dan Kiper Thailand Diskors Satu Tahun
