edisiana.com – Barcelona terus melaju tanpa menoleh ke belakang. Tim asuhan Hansi Flick mempertahankan singgasana klasemen La Liga setelah menaklukkan Villarreal 2-0 di kandangnya sendiri.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin: Barça kini menjauh empat poin dari Real Madrid dan mengirim pesan jelas ke seluruh Spanyol.
Laga dimulai dengan tensi tinggi, namun Blaugrana langsung memukul lebih dulu. Menit ke-12, kejutan terjadi. Raphinha—tak gentar, tak ragu—mengonversi penalti dengan sempurna setelah dijatuhkan Santi Comesana di kotak terlarang.
Gol pembuka yang mematahkan ritme Villarreal.
Tim tuan rumah yang datang dengan modal enam kemenangan beruntun justru runtuh sebelum jeda.
Menit ke-39, kartu merah langsung mengubah segalanya. Renato Veiga kehilangan kendali, tekel keras dari belakangnya terhadap Lamine Yamal membuat wasit tanpa ragu mengusirnya.
Villarreal tinggal sepuluh pemain, dan pertandingan pun praktis miring.
Barcelona mencium darah. Menit ke-63, Lamine Yamal—remaja ajaib itu—menyegel kemenangan.
Dengan ketenangan luar biasa, ia menyambar bola dari jarak dekat setelah kemelut di kotak penalti. Gol yang menandai akhir perlawanan.
Villarreal sempat berharap lewat Mikautadze, namun Garcia tampil sigap dalam duel satu lawan satu. Selebihnya? Kontrol penuh Barça. Tanpa drama. Tanpa kompromi.
Peluit akhir berbunyi. Melansir BBC, delapan kemenangan beruntun di La Liga. Puncak klasemen masih milik Barcelona. Dan Madrid? Kini hanya bisa mengejar dari jarak empat poin.(maq)
