edisiana.com – Belgia kembali gagal meyakinkan di Piala Dunia. Setan Merah harus puas bermain imbang 0-0 melawan Iran di Stadion SoFi, Senin dini hari, dalam laga yang memperlihatkan ketangguhan luar biasa kiper Tim Melli, Alireza Beiranvand.
Meski dihuni sederet pemain bintang, Belgia masih kesulitan menemukan sentuhan terbaiknya di depan gawang. Setelah hanya mencetak satu gol melalui gol bunuh diri saat bermain imbang melawan Mesir pada laga pembuka, pasukan Belgia kembali menutup pertandingan tanpa mampu menjebol gawang lawan.
Belgia mendominasi penguasaan bola selama satu jam pertama pertandingan dan berusaha mengendalikan tempo. Namun, dominasi tersebut tidak mampu diterjemahkan menjadi gol. Di sisi lain, Iran justru beberapa kali menghadirkan ancaman berbahaya yang memaksa Thibaut Courtois melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Peluang terbaik Tim Melli datang pada fase awal pertandingan ketika Mehdi Taremi sukses menyelesaikan sebuah tendangan bebas yang dieksekusi dengan sangat baik. Namun selebrasi Iran harus terhenti setelah VAR mengonfirmasi adanya posisi offside dalam proses gol tersebut.
Jika Courtois menjadi penyelamat Belgia di satu sisi lapangan, maka Beiranvand tampil sebagai pahlawan Iran di sisi lainnya. Kiper berpengalaman itu mencatatkan tujuh penyelamatan sepanjang laga dan berkali-kali menggagalkan peluang emas Belgia.
Maxim De Cuyper menjadi salah satu korban kegemilangan sang penjaga gawang. Bek sayap Belgia itu dua kali dibuat frustrasi oleh Beiranvand, termasuk saat mendapatkan peluang emas pada menit ke-86 yang berpotensi menjadi gol kemenangan.
Sorotan lain datang dari Romelu Lukaku. Penyerang yang secara mengejutkan langsung dipercaya tampil sebagai starter itu bermain selama 73 menit dan hanya mampu mencatatkan satu tembakan sebelum ditarik keluar.
Sementara itu, melansir ESPN, Belgia juga kehilangan salah satu senjata utamanya di sektor sayap. Jérémy Doku tidak masuk skuad pertandingan karena mendampingi istrinya yang tengah melahirkan anak pertama mereka.
Hasil ini membuat alarm bahaya semakin nyaring bagi Belgia. Dua pertandingan telah berlalu tanpa satu pun gol yang dicetak dari permainan terbuka.
Sebaliknya, Iran dapat meninggalkan SoFi Stadium dengan rasa bangga setelah menunjukkan organisasi permainan yang solid dan ketahanan luar biasa untuk meredam salah satu skuad paling bertabur talenta di turnamen ini.(maq)
