edisiana.com – Prancis kembali menjadi salah satu favorit utama di Piala Dunia, dan Irak akan merasakan langsung besarnya tantangan itu saat kedua tim bertemu pada laga Grup I, Selasa dini hari. Sorotan utama tentu tertuju kepada Kylian Mbappé, sosok yang terus menorehkan sejarah bersama Les Bleus.
Pelatih Irak, Graham Arnold, menyadari betul ancaman yang dibawa sang penyerang. Dalam nada bercanda, ia bahkan mengakui belum menemukan formula ideal untuk meredam ketajaman bintang Prancis tersebut.
“Saya bertanya apakah kami bisa memainkan tiga penjaga gawang,” kata Arnold sambil tersenyum dikutip ESPN pada hari ini.
Komentar itu menggambarkan betapa besar pengaruh Mbappé dalam skuad Prancis. Sejak membantu negaranya menjuarai Piala Dunia 2018 dan mencapai final pada edisi 2022, pemain berusia 27 tahun itu menjelma menjadi mesin gol utama Les Bleus.
Rekor demi rekor terus ia pecahkan. Mbappé telah melampaui catatan gol legenda Brasil, Pelé, di ajang Piala Dunia dan kini semakin mendekati rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Di level internasional, ia juga terus mendaki daftar pencetak gol terbanyak tim nasional Prancis.
Laga melawan Irak pun akan memiliki makna spesial. Mbappé dijadwalkan mencatatkan penampilan ke-100 bersama tim nasional Prancis, sebuah tonggak bersejarah dalam kariernya.
“Tidak ada yang lebih besar dari tim nasional. Seratus, itu bersejarah. Terlebih lagi ketika itu adalah Piala Dunia,” ujar Mbappé.
Dengan usia yang masih relatif muda, penyerang Prancis itu berpeluang terus menambah koleksi caps-nya. Jika Les Bleus melangkah jauh di turnamen ini, Mbappé bahkan bisa melewati catatan 103 penampilan milik pelatih Didier Deschamps saat masih menjadi pemain.
Dalam jangka panjang, target yang lebih besar juga menanti. Rekor penampilan terbanyak Prancis yang saat ini dipegang Hugo Lloris dengan 145 caps bukanlah angka yang mustahil untuk dikejar apabila Mbappé mampu menjaga kebugaran dan konsistensinya.
Kini, pertanyaan terbesar bagi Irak bukan hanya bagaimana mencuri poin dari salah satu raksasa dunia, tetapi juga bagaimana menghentikan seorang Mbappé yang tampaknya terus melaju menuju status legenda sepak bola Prancis.(maq)
