edisiana.com – Inter Milan semakin sulit dikejar dalam perburuan gelar Serie A musim ini. Bertandang ke markas US Lecce pada Sabtu malam, Nerazzurri tampil sabar dan akhirnya pulang dengan kemenangan meyakinkan 2-0.
Sejak awal laga, pertandingan tidak berjalan mudah bagi pemuncak klasemen tersebut. Lecce tampil disiplin dan mampu meredam agresivitas tim tamu.
Meski begitu, Inter tetap mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Di babak pertama, Luis Henrique sempat mengancam lewat percobaan tajamnya. Namun, kiper Lecce, Wladimiro Falcone, tampil sigap di bawah mistar dan berhasil menggagalkan peluang tersebut.
Tak lama berselang, sundulan Francesco Pio Esposito dari jarak enam yard yang mengarah ke sudut kiri atas juga masih mampu ditepis Falcone.
Penjaga gawang itu benar-benar menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus sepanjang babak pertama.
Memasuki paruh kedua, Inter meningkatkan intensitas serangan. Gelombang tekanan terus dilancarkan ke pertahanan tuan rumah.
Namun lagi-lagi, Falcone tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting yang membuat skor tetap bertahan.
Ketangguhan sang kiper akhirnya runtuh pada menit ke-75.
Henrikh Mkhitaryan memecah kebuntuan lewat tendangan kaki kanan yang terarah ke sudut kanan bawah gawang.
Gol tersebut menjadi titik balik sekaligus pelepas tekanan bagi Inter.
Tak lama setelahnya, Inter menggandakan keunggulan.
Sundulan Manuel Akanji bersarang di gawang Lecce setelah memanfaatkan umpan silang akurat dari Federico Dimarco melalui skema sepak pojok.
Gol kedua itu memastikan kemenangan Nerazzurri sekaligus meredam semangat perlawanan tuan rumah.
Tambahan tiga poin membuat Inter semakin kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 64 poin, unggul 10 angka dari rival sekota, AC Milan.
Dengan performa konsisten seperti ini, langkah Inter menuju gelar Scudetto kian terbuka lebar dan semakin sulit dikejar para pesaingnya.(maq)
