edisiana.com – Thomas Tuchel menegaskan dirinya bukan penyebab kegagalan Inggris setelah tersingkir usai kalah dari Argentina. Pelatih asal Jerman itu justru menilai akar persoalan berada pada karakter permainan para pemain Inggris yang dinilai belum mampu mengendalikan jalannya laga.
Menurut Tuchel, kemampuan menguasai bola dan mengontrol tempo permainan bukanlah bagian dari DNA sepak bola Inggris, berbeda dengan Spanyol, Argentina, maupun Brasil.
“Saya pikir penguasaan bola memainkan peran penting. Tapi itu bukan bagian dari DNA kita seperti halnya DNA Spanyol, Argentina, atau Brasil. Mengambil bola dan mengontrol permainan serta bola juga merupakan masalah besar,” ujar Tuchel dikutip dari Daily Mail pada hari ini.
Dia menambahkan, persoalan Inggris bukan hanya soal penguasaan bola, tetapi juga intensitas permainan. Menurutnya, tim gagal tampil agresif saat berduel dan menjaga ritme sepanjang pertandingan.
“Dalam setiap struktur permainan, penting untuk tetap aktif, terus maju, dan berjuang dalam duel. Kami tidak mampu melakukannya,” imbuhnya.
Meski mendapat sorotan usai kegagalan tersebut, Tuchel memastikan tidak akan meninggalkan jabatannya. Pelatih berusia 52 tahun itu menegaskan komitmennya untuk terus membangun tim hingga Kejuaraan Eropa.
Tuchel juga masih mendapat dukungan penuh dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA). Bahkan, dia telah menandatangani perpanjangan kontrak yang membuatnya tetap menangani The Three Lions hingga Euro yang akan digelar di kandang sendiri.
“Ya, 100 persen. Masih banyak yang perlu ditingkatkan, dan saya sangat senang melakukannya. Saya menyukainya. Saya menikmati setiap harinya,” tutup Tuchel.(maq)
