edisiana.com – Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian mengapresiasi capaian Batam yang dinilainya progresif dalam beberapa tahun terakhir. Dengan keunggulan komparatif yang dimiliki, Batam disebut layak menjadi benchmark bagi pengembangan kawasan di Kabupaten Batu Bara.
Ia menyoroti sejumlah peluang, mulai dari skema pengelolaan layanan air bersih bagi masyarakat dan industri, optimalisasi konektivitas wilayah, hingga penguatan potensi logistik pelabuhan.
“Kami melihat perubahan Batam yang luar biasa. Kami ingin berdiskusi sekaligus melihat peluang kerja sama di kawasan industri, pelabuhan, dan pengelolaan layanan,” kata Baharuddin dalam pertemuan dengan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad pada Rabu (21/1/2026).
Kabupaten Batu Bara merupakan wilayah pesisir di timur Pulau Sumatera, Provinsi Sumatera Utara, dengan basis ekonomi kuat pada industri pengolahan aluminium dan oleokimia, pertanian, kehutanan, perikanan, serta perdagangan.
Selain isu air bersih, diskusi juga mengerucut pada rencana konektivitas logistik antarwilayah. Baharuddin berharap terbentuk jalur distribusi bahan pokok dan arus barang yang terhubung langsung antara pelabuhan di Batu Bara dengan pelabuhan internasional di Batam.
Harapan tersebut sejalan dengan posisi strategis Batam yang didukung lima pelabuhan penumpang dan tiga pelabuhan kargo, yang selama ini berperan penting dalam menopang iklim investasi dan logistik di kawasan KPBPB.
Dalam pertemuan itu, Amsakar didampingi Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum Ariastuty Sirait, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad, serta jajaran pimpinan SPAM BP Batam.
Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk menjajaki kerja sama lanjutan, khususnya terkait skema kemitraan pelayanan air bersih di Batu Bara dan pengelolaan kawasan industri guna meningkatkan daya tarik investasi di masing-masing daerah.(*)
