edisiana.com – Stadion Sultan Ibrahim menjadi panggung kekuasaan Johor Darul Ta’zim, Sabtu sore. Sang raja Liga Malaysia berpesta. Kelantan The Real Warriors dihajar tanpa ampun.
Skor telak, permainan timpang, dominasi mutlak. Tapi di tengah badai itu, satu momen magis lahir dari kaki M. Nor Azam.
Johor bermain seperti mesin perang.
Sebanyak 76 persen penguasaan bola, aliran dari kaki ke kaki, cepat, rapi, mematikan. Kelantan hanya bisa bertahan dan berharap keajaiban.
Menit ke-21, gol pertama tercipta. Jairoo de Macedo da Silva, penyerang asal Brasil, menyelesaikan serangan kolektif Johor. Tanpa ampun. 1-0.
Kelantan mencoba bernapas. Albert Kang masuk, Sean Selvaraj ditarik. Tapi perubahan itu sia-sia. Johor tak melambat, justru semakin kejam.
Menjelang turun minum, Alberto Teto menambah luka. Gol kedua. Stadion bergemuruh. Warriors terdiam.
Babak kedua baru berjalan enam menit, Oscar Arribas ikut berpesta. 3-0.
Johor tak hanya menang, mereka mempermalukan. Faiz Mansor yang masuk dari bangku cadangan ikut menulis namanya di papan skor pada menit ke-65. 4-0.
Setelah itu Johor menurunkan tempo, mengganti pemain, mengontrol keadaan. Seolah berkata: cukup. Namun justru di saat itulah lahir momen abadi.
Kesalahan fatal di lini tengah Johor. Bola jatuh ke kaki kapten Kelantan, M. Nor Azam. Ia melihat kiper Johor maju. Tanpa ragu, dari tengah lapangan, Azam melepas sepakan panjang.
Bola melayang. Waktu berhenti. Gawang kosong. GOOOL! Gol yang mengingatkan dunia pada David Beckham bersama Manchester United.
Gol yang juga pernah dilakukan Rizky Ridho bersama Persija. Gol yang akan dikenang meski Kelantan kalah telak.
Di menit akhir, Kelantan bahkan hampir menambah gol. Tapi kiper Johor tampil sigap, menutup laga.
Johor menang besar. Kelantan kalah telak.
Namun Sabtu sore ini punya satu pahlawan yang tak akan dilupakan: M. Nor Azam, sang Beckham dari Kelantan.(maq)










