edisiana.com — Paris Saint-Germain mempertahankan mahkota Liga Champions setelah menundukkan Arsenal dengan skor agregat dramatis 4-3 melalui adu penalti usai bermain imbang 1-1 pada final yang digelar di Budapest pada Sabtu malam, 30 Mei 2026.
Arsenal tampil lebih meyakinkan pada awal pertandingan. The Gunners hanya membutuhkan enam menit untuk membuka keunggulan.
Kai Havertz memanfaatkan celah di lini belakang PSG sebelum melepaskan tembakan keras yang menghujam sudut atas gawang dan membuat kubu London bermimpi mengangkat trofi pertama mereka.
Namun, final berubah arah setelah jeda.
PSG terus meningkatkan tekanan dan akhirnya mendapatkan jalan kembali ke pertandingan berkat sebuah insiden yang akan menghantui Arsenal.
Cristhian Mosquera melakukan tekel ceroboh setelah terkecoh pergerakan cerdas Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Ousmane Dembélé maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Skor tersebut bertahan hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir, memaksa final ditentukan melalui adu penalti. Dalam momen yang penuh tekanan, PSG menunjukkan mental juara dan keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.
Keberhasilan ini semakin mempertegas dominasi klub ibu kota Prancis tersebut setelah 12 bulan sebelumnya mereka menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di final Munich.
Lebih dari sekadar trofi, kemenangan di Budapest membawa PSG masuk ke kelompok paling eksklusif dalam sejarah kompetisi.
Menukil BBC, mereka menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions sejak Real Madrid melakukannya tiga kali berturut-turut antara 2016 dan 2018.
Bahkan dalam era Liga Champions modern yang dimulai pada 1993, PSG baru menjadi klub kedua yang berhasil mempertahankan trofi paling bergengsi di Eropa tersebut.
Sebuah pencapaian yang menegaskan bahwa generasi PSG saat ini bukan hanya juara, melainkan salah satu tim terbesar yang pernah menghiasi panggung sepak bola Eropa.(maq)











