edisiana.com – Neymar kembali mencuri panggung—dan seperti sering terjadi dalam kariernya. Ia melakoni sebagai pahlawan dan penjahat dalam pertandingan yang sama.
Di Vila Belmiro, sang idola Santos itu membuat stadion bergemuruh dalam pertandingan pada Kamis ini. Lalu membungkamnya sendiri.
Baru empat menit laga berjalan, Neymar mengeluarkan sihir khasnya. Sebuah serangan balik kilat, bola jatuh di kakinya, dan dalam satu sentuhan ia menaklukkan kiper Mirassol.
Vila Belmiro meledak, Santos di atas angin, dan dunia seolah kembali melihat Neymar yang dulu: cepat, nakal, dan mematikan.
Namun drama Neymar tidak pernah selesai hanya dengan sorakan. Di babak berikutnya, sang bintang justru terlibat dalam momen yang membuat Santos kehilangan kemenangan.
Sebuah pelanggaran di kotak penalti, keputusan wasit yang tegas, dan Mirassol menghukum tanpa ampun. Skor berubah, momentum hilang, dan Neymar pun berubah dari penyelamat menjadi biang kerok.
Melansir Mundo Deportivo, pemain yang sempat menjadi simbol Paris Saint-Germain itu sedang berjuang menemukan ritmenya lagi setelah cedera panjang menghantuinya.
Setiap pertandingan adalah audisi menuju satu tujuan: kembali ke pangkuan tim nasional Brasil, yang sudah memastikan tiket Piala Dunia dan kini menunggu apakah Neymar layak ikut dalam rombongan impian.
Hari ini dunia melihat dua wajah Neymar—yang memukau, dan yang membayangi timnya. Sebuah episode lain dalam karier penuh gemerlap dan kontroversinya.(maq)
