Elang Kartago Dibayangi Rekor Buruk Piala Dunia

Mohamed Ali dan rekannya merayakan kemenangan Tunisia. Foto: via BBC

edisiana.com – Tunisia akan memulai perjuangannya di Piala Dunia dengan menghadapi Swedia pada Senin (waktu setempat) di Estadio BBVA, Guadalupe, Meksiko. Namun, Elang Kartago datang ke laga pembuka Grup F dalam kondisi yang jauh dari ideal.

Tim berjuluk “Italia-nya Afrika” itu masih dibayangi catatan kurang menggembirakan di pentas dunia. Dalam enam keikutsertaan sebelumnya, Tunisia belum pernah sekalipun mampu menembus fase gugur dan selalu terhenti di babak penyisihan grup.

Padahal, Tunisia sempat menunjukkan performa menjanjikan menjelang turnamen. Mereka berhasil menahan Brasil 1-1 pada November lalu dan melaju dari kualifikasi Piala Dunia zona Afrika tanpa kebobolan satu gol pun.

Soliditas lini belakang menjadi salah satu kekuatan utama yang mengantar mereka ke putaran final.

Sayangnya, modal positif tersebut sedikit tergerus setelah hasil buruk dalam laga uji coba terakhir. Tim asuhan Sabri Lamouchi dipermalukan Belgia dengan skor telak 0-5 di Brussels pada 6 Juni.

Kekalahan itu menyisakan kekecewaan mendalam bagi Lamouchi. Pelatih berusia 54 tahun tersebut mengakui timnya gagal memenuhi ekspektasi.

“Saya datang ke sini untuk membuat orang bermimpi, tetapi hari ini saya tidak membuat siapa pun bermimpi,” ujar Lamouchi seusai pertandingan seperti dikutip dari Sport Mole pada hari ini.

Tantangan Tunisia semakin berat karena Grup F dihuni tim-tim yang memiliki kualitas merata. Selain Swedia, ada Belanda dan Jepang yang siap bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya.

Karena itu, Tunisia dituntut segera bangkit dan menemukan kembali ketangguhan pertahanan yang sempat menjadi andalan mereka. Jika ingin mematahkan kutukan fase grup, setiap keputusan dan strategi yang diambil Elang Kartago harus berbuah hasil sejak laga perdana.(maq)

Exit mobile version