edisiana.com – Lionel Messi tak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah Argentina gagal mempertahankan gelar Piala Dunia. Kapten Albiceleste itu menangis tersedu-sedu di lapangan usai timnya kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7/2026).
Kekalahan tersebut membuat Argentina harus puas membawa pulang medali runner-up. Bagi Messi, laga itu juga hampir dipastikan menjadi penampilan terakhirnya di ajang Piala Dunia.
Sepanjang pertandingan, megabintang berusia 39 tahun tersebut gagal memberikan pengaruh besar. Argentina tampil di bawah tekanan Spanyol dan bahkan tidak mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran selama 120 menit pertandingan.
Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, Messi langsung terduduk di atas lapangan. Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangan sambil menangis.
Melansir Daily Mail, rekan setim maupun pemain Spanyol berusaha memberikan dukungan, namun kesedihan sang kapten tampak begitu mendalam.
Messi kemudian bangkit untuk menerima medali perak dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, emosinya kembali pecah menjelang seremoni pengangkatan trofi oleh para pemain Spanyol. Air mata kembali mengalir saat impiannya menutup karier Piala Dunia dengan gelar juara sirna.
Turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini diperkirakan menjadi penampilan terakhir Messi bersama tim nasional di Piala Dunia. Saat edisi berikutnya digelar pada 2030, usianya diproyeksikan telah mencapai 43 tahun.
Meski demikian, perjalanan karier Messi sebagai pesepak bola belum berakhir. Peraih delapan Ballon d’Or itu masih akan melanjutkan kiprahnya bersama Inter Miami di kompetisi Amerika Serikat.
Namun, panggung Piala Dunia tampaknya telah menutup lembar terakhir bagi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.(maq)
