edisiana.com – Kekalahan di kandang AFC Bournemouth terasa seperti pukulan telak bagi Manchester City. Namun bagi Pep Guardiola, hasil tersebut bukanlah sesuatu yang benar-benar mengejutkan.
Sang pelatih bahkan mengaku sudah memperkirakan duel di Vitality Stadium akan berjalan sangat berat bagi timnya.
Menurut Guardiola, faktor kebugaran menjadi pembeda utama. City hanya memiliki waktu tiga hari untuk melakukan perjalanan dan pemulihan, sementara Bournemouth datang dengan persiapan nyaris sempurna setelah jeda 12 hari.
“Kami hanya punya tiga hari untuk perjalanan dan pemulihan, sementara mereka punya 12 hari untuk mempersiapkan pertandingan. Dengan energi seperti yang mereka miliki, terutama para pemain depan mereka, pertandingan ini memang sangat sulit,” ujar Pep dikutip dari BBC pada hari ini.
Meski demikian, Guardiola melihat secercah harapan saat memasuki babak kedua. City sempat meningkatkan intensitas permainan dan menciptakan beberapa peluang penting, termasuk kesempatan emas dari Nico O’Reilly serta momen kontroversial yang melibatkan Erling Haaland.
Pep menilai gol Haaland yang dianulir karena offside seharusnya mendapatkan tinjauan VAR lebih mendalam. Namun setelah momen tersebut, City gagal mempertahankan momentum.
“Babak kedua kami memulai dengan sangat baik. Nico punya peluang, lalu ada situasi offside Haaland yang menurut saya seharusnya ditinjau VAR. Setelah itu kami tidak memberikan dampak yang kami butuhkan. Kami memang mencetak gol, tetapi sudah terlambat,” terang dia.
Kekalahan ini sekaligus menandai berakhirnya dominasi City di Liga Premier.
Dengan elegan, Guardiola memberikan penghormatan kepada Arsenal F.C. dan mantan asistennya, Mikel Arteta, yang sukses mengakhiri penantian panjang klub London Utara tersebut.
“Atas nama Manchester City, saya mengucapkan selamat kepada Arsenal, Mikel, dan seluruh staf pelatih atas gelar Liga Premier yang memang pantas mereka dapatkan,” ucap mantan pelatih Barcelona itu.
Di tengah berbagai spekulasi mengenai masa depannya, Guardiola juga menegaskan bahwa dirinya masih terikat kontrak satu musim lagi di Etihad Stadium.
Ia menolak membahas lebih jauh soal kemungkinan hengkang sebelum berbicara dengan pihak internal klub.
“Saya masih punya kontrak satu tahun lagi. Ketika media mulai mengumumkan sesuatu di tengah kompetisi, itu bukan hal yang baik.”
Pep menutup pernyataannya dengan nada emosional, menegaskan betapa bahagianya ia berada di Manchester City. “Saya adalah orang paling bahagia di planet ini karena berada di klub ini. Klub ini luar biasa,” pungkasnya.(maq)










