edisiana.com – Chelsea akhirnya menghentikan puasa kemenangan mereka di Liga Premier setelah menaklukkan Tottenham Hotspur 2-1 di Stamford Bridge, dalam laga yang sarat tekanan dan emosi.
Setelah tujuh pertandingan tanpa kemenangan, The Blues menemukan kembali senyum mereka tepat ketika musim memasuki fase paling menentukan.
Di sisi lain, malam di London barat berubah menjadi mimpi buruk bagi Spurs. Tim tamu hanya membutuhkan satu poin untuk sedikit menjauh dari ancaman degradasi, namun mereka pulang dengan tangan kosong dan tekanan yang semakin besar menuju pekan terakhir musim.
Chelsea tampil lebih tajam sejak awal. Enzo Fernández membuka keunggulan tuan rumah lewat penyelesaian tenang yang membakar atmosfer Stamford Bridge.
Dominasi The Blues berlanjut di babak kedua ketika Andrey Santos menggandakan skor dan membuat Tottenham semakin tertekan.
Spurs sempat menyalakan harapan pada menit ke-74 melalui Richarlison. Gol penyerang Brasil itu membuat pertandingan kembali hidup dan menghadirkan ketegangan di menit-menit akhir.
Namun, usaha Tottenham untuk mencuri satu poin gagal total di hadapan pertahanan Chelsea yang tampil disiplin hingga peluit akhir.
Kemenangan ini juga memperpanjang tradisi impresif Chelsea yang tak pernah kalah dalam laga kandang terakhir mereka di musim selama 24 tahun terakhir.
Sementara itu, Tottenham kini harus memainkan pertarungan hidup-mati hingga hari terakhir musim bersama West Ham.
Melansir ESPN, ancaman degradasi semakin nyata bagi klub London utara tersebut, yang belum pernah turun ke divisi kedua sejak musim 1977-78.
Lebih menyakitkan lagi, Spurs merupakan salah satu klub yang selalu hadir di Premier League sejak kompetisi itu lahir pada 1992. Kini, sejarah buruk mulai membayangi mereka.(maq)










