Dalam Badai Gol di Roma: Tujuh Gol, Drama hingga Menit 111, dan Tiket Perempat Final

Pemain Bologna merayakan kemenangan untuk melaju ke final Coppa Italia pada musim lalu. Foto: via ESPN

edisiana.com – Malam Eropa diwarnai drama tanpa napas di ibu kota Italia. AS Roma dan Bologna FC 1909 menyuguhkan pertarungan liar. Tujuh gol hingga babak tambahan waktu, sebelum Bologna memastikan langkah ke perempat final Liga Europa UEFA dengan agregat 5-4.

Tim tamu membuka luka lebih dulu pada menit ke-22. Jonathan Rowe memanfaatkan umpan Santiago Castro dan dengan kaki kiri menempatkan bola ke sudut kanan bawah—tenang, presisi, mematikan.

Namun Roma merespons cepat. Sepuluh menit berselang, Evan Ndicka menyamakan kedudukan lewat sundulan keras dari dalam kotak penalti, menghidupkan kembali asa publik Olimpico.

Bologna kembali memimpin sebelum turun minum. Federico Bernardeschi dengan dingin mengeksekusi penalti ke sudut kanan bawah, mengembalikan keunggulan dan tekanan ke kubu tuan rumah.
Selepas jeda, laga semakin menggila.

Kombinasi Rowe dan Castro kembali berbuah gol—kali ini Castro sendiri yang menyelesaikan peluang dari tengah kotak penalti ke sudut kiri atas, memperlebar jarak dan membuat Roma berada di tepi jurang.

Namun tim ibu kota menolak menyerah. Donyell Malen memperkecil ketertinggalan lewat titik putih, sebelum akhirnya Lorenzo Pellegrini menyamakan kedudukan di menit ke-80—sebuah gol yang memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Ketegangan mencapai puncaknya di extra time. Ketika laga seolah menuju adu penalti, Nicolò Cambiaghi muncul sebagai pahlawan.

Golnya pada menit ke-111 menjadi pukulan telak bagi Roma sekaligus penentu kemenangan Bologna.

Dalam malam penuh emosi dan ketidakpastian, Bologna menunjukkan ketahanan mental luar biasa.

Mereka bertahan di tengah badai, memanfaatkan setiap celah, dan pada akhirnya keluar sebagai pemenang—membawa mimpi Eropa mereka terus menyala.(maq)

Exit mobile version