Roy Hodgson Mengundurkan Diri dari Manajer Palace

Roy Hodgson. Foto: BBC

edisiana.com – Roy Hodgson mengundurkan diri sebagai manajer  Crystal Palace. Dan pengganti Oliver Glasner, mantan manajer Eintracht Frankfurt.

Pergantian ini muncul di tengah performa buruk yang terus berlanjut dan beberapa hari setelah Hodgson dirawat di rumah sakit karena ia pingsan saat latihan .

“Mantan manajer Inggris berusia 76 tahun itu telah meninggalkan rumah sakit dan baik-baik saja,” kata klub Crystal Palace seperti dilansir ESPN pada hari ini.

Hodgson meninggalkan perannya hanya beberapa jam sebelum Palace bermain tandang di Everton pada hari Selasa dinihari. Paddy McCarthy dan Ray Lewington akan mengambil alih tim tersebut untuk sementara.

Sedangkan Glasner akan mengambil alih peran tersebut setelah pertandingan melawan Everton, yang akan ia hadiri.

Hodgson adalah manajer tertua di Liga Premier dan pensiun musim lalu. Tapi kemudian membantu klubnha untuk menghindari degradasi pada 2022-23. Sekarang dia mengalami kesulitan untuk mendapatkan hasil maksimal dari timnya dalam beberapa bulan terakhir.

“Klub ini sangat istimewa dan sangat berarti bagi saya dan telah memainkan peran besar dalam kehidupan sepak bola saya,” kata Hodgson.

“Saya sangat menikmati waktu saya di sini selama enam musim, karena ini memberi saya kesempatan untuk bekerja dengan pemain dan staf kelas atas melakukan apa yang saya sukai setiap hari,” tambahnya.

“Namun, saya mengerti, mengingat keadaan saat ini, mungkin lebih bijaksana saat ini bagi klub untuk membuat rencana ke depan, dan oleh karena itu saya telah mengambil keputusan untuk mundur,” terangnya.

Pertandingan terakhirnya sebagai pelatih adalah kekalahan 3-1 pekan lalu dari Chelsea. Palace menyerah dengan keunggulan satu gol.

Palace belum mencatatkan clean sheet dalam 13 pertandingan liga dan berada di peringkat ke-16 klasemen Premier League dengan 24 poin, lima poin di atas zona degradasi.

Pendukung Palace telah memprotes musim ini karena kurang gregetnya tim Hodgson. Puncak kemarahan fans saat Palace kekalahan 2-0 dari Bournemouth di Selhurst Park.

Kekalahan berikutnya terus memicu kemarahan dari pendukung tim, dengan para penggemar membentangkan spanduk selama pertandingan yang mengkritik pemilik klub serta ketua Steve Parish.(maq)

Exit mobile version