Swiss Perkasa di Genève: Empat Gol, Satu Pesan — Tiket Piala Dunia Hampir di Tangan

Xhaka merayakan golnya bersama pemain Swiss. Foto: via MD

edisiana.com – Swiss tidak memberi ruang untuk kejutan. Di Stade de Genève, pasukan Murat Yakin menaklukkan Swedia 4-1 dan praktis mengunci tempat mereka di Piala Dunia 2026, sekaligus memupus peluang Swedia yang hanya mengumpulkan satu poin dalam debut pahit Graham Potter.

Swedia sebenarnya memulai dengan baik. Namun tanpa Viktor Gyökeres yang cedera dan Alexander Isak yang baru duduk di bangku cadangan demi kehati-hatian, ancaman mereka tumpul.

Tim Potter yang memadukan talenta muda seperti Vargas dengan pemain mapan justru memberi pukulan pertama melalui Breel Embolo.

Gol Embolo lahir dari skema klasik di sayap kanan: Dan Ndoye menerobos hingga garis gawang, melepaskan umpan silang, dan Embolo menyambutnya dengan tendangan first-time yang tak memberi ampun.

Untuk negaranya ia kembali menjadi monster, sekalipun performa klubnya belakangan jauh dari ideal.

Swiss tidak panik setelah tertinggal. Tetap dengan rencana permainan, mereka menekan pertahanan Swedia sambil menunggu momen. Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil sebelum menit ke-30.

Anthony Elanga mengoyak sisi kiri, mengirim bola ke kotak penalti, dan sapuan tak sempurna jatuh ke kaki Nygren, yang menuntaskan dengan dingin untuk membuat skor imbang 1-1.

Setelah jeda, Swiss tampil seperti tim yang sedang mengejar tiket ke Piala Dunia—serius, agresif, dan penuh intensitas. Tekanan berbuah penalti di menit ke-60, dan Granit Xhaka, sang kapten, melangkah maju untuk mengeksekusi tanpa ragu. 2-1, dan momentum langsung berpindah penuh ke kubu tuan rumah.

Potter mencoba merespons dengan memasukkan Isak, tetapi striker Liverpool itu tampak kaku setelah sebulan absen. Anehnya, Roony Bardghji, yang justru menjadi ancaman alami di sisi sayap, tak mendapat kesempatan bermain meski Swedia sangat butuh kreativitas.

Swiss terus menginjak gas. Vargas kembali menunjukkan kelasnya dengan memberikan umpan terobosan presisi kepada Dan Ndoye, yang mengontrol bola, menggiring melewati bek lawan, lalu melepaskan tembakan rendah yang akurat untuk membuat skor 3-1.

Di masa tambahan waktu, Manzambi hampir menutup pesta dengan cara spektakuler. Ia berputar di kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang hanya melenceng tipis dari tiang pada menit ke-94.

Swiss menutup malam dengan dominan, Swedia tenggelam dalam kekecewaan.
Di Genève, hanya ada satu pesan: La Nati sudah menaruh satu kaki di Piala Dunia.(maq)

Exit mobile version