edisiana.com – Swiss datang ke Pristina dengan label tak tersentuh—rekor kualifikasi tanpa kekalahan dan reputasi sebagai salah satu paket komplet menuju Piala Dunia. Tapi malam di ibu kota Kosovo itu jauh dari kata nyaman.
Babak pertama? Datarnya bukan main. Ritme perlahan, kontrol Swiss ada, tapi tanpa tusukan yang membuat jantung berdegup. Semua berubah begitu jarum menit menyentuh angka 47.
Seperti hantu di area kotak penalti, Ruben Vargas menyelinap dari belakang, memaksimalkan umpan matang Djibril Sow, dan menaklukkan Arijanet Muric tanpa ampun. Swiss unggul, atmosfer memanas, dan laga seolah beralih ke mode “serius”.
Tapi Kosovo menolak tunduk. Menit 74, Florent Muslija mengirimkan pesan keras kepada siapa pun yang meragukan kemampuan tuan rumah. Tendangan melengkungnya menuju pojok kanan atas—indah, presisi, tak tersentuh. Stadion meledak. 1-1, dan tensi meninggi.
Di penghujung laga, Kosovo mencoba mencuri kemenangan. Baton Zabergja dan Vedat Muriqi memaksa Gregor Kobel bekerja keras. Kiper Borussia Dortmund itu berdiri tegak, menjadi pagar terakhir yang tak bisa ditembus.
Pada akhirnya, Swiss hanya butuh satu poin untuk memastikan tiket otomatis ke Piala Dunia—dan mereka mendapatkannya. Bagi Kosovo, kemenangan pun tak akan cukup dengan selisih gol Swiss yang terlalu jauh.
Hasil akhir: melansir BBC, Swiss menutup Grup B di puncak dengan 14 poin, sementara Kosovo, yang masih memburu debut di panggung terbesar sepak bola, finis kedua dengan 11 poin dan akan melanjutkan mimpi mereka lewat jalur play-off Eropa Maret mendatang.(maq)
