Austria Pecah Kutukan, Rangnick Tersenyum: Tiket Piala Dunia Pertama Sejak 1998 Dirayakan Bak Malam Bersejarah

Pemain Austria merayakan golnya untuk membawa kemenangan Piala Dunia. Foto: via BBC

edisiana.com – Ralf Rangnick tersenyum lebar, senyum seorang pelatih yang tahu betapa berat perjalanan timnya—dan betapa berharganya momen itu. Di Vienna, Austria merayakan malam yang bakal mereka kenang lama: mereka kembali ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.

Stadion meledak dalam euforia, pemain dan pendukung menyatu dalam pesta yang hampir terasa seperti penebusan.

Sebelum pesta semua berlangsung tegang. Bosnia-Herzegovina datang dengan misi jelas: menang atau tersingkir. Tekanan itu membuat mereka langsung menggeber dari menit pertama—dan usaha mereka terbayar.

Baru 12 menit berjalan, Haris Tabakovic mencuri perhatian dengan gol cepat yang menempatkan Austria dalam posisi terjepit.

Austria coba mengontrol tempo, tapi Bosnia bermain dengan determinasi tim yang tahu bahwa nasib mereka digantung di 90 menit. Namun seperti kisah klasik yang sering terjadi di panggung Eropa, momentum berubah di akhir.

Menit ke-77, Michael Gregoritsch muncul sebagai penyelamat. Bola pantul yang memantul dari mistar gawang belum sempat disadari pemain belakang Bosnia, Gregoritsch sudah lebih cepat satu langkah—mencocor bola dan membuat skor 1-1. Vista Vienna pecah.

Bosnia-Herzegovina hanya butuh satu gol lagi untuk lolos otomatis. Satu gol untuk menulis sejarah. Tapi setiap serangan mereka terbentur tembok Austria, dan waktu tak kunjung bersahabat. Peluit panjang berbunyi, skor tak berubah. Harapan otomatis kandas.

Kini Bosnia harus menempuh jalur terjal: dua laga satu leg di babak play-off untuk mendapat tiket yang sama dengan Austria ke Piala Dunia di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat musim panas mendatang.

Austria sendiri menyingkirkan masa-masa kelam mereka. Pernah finis ketiga pada 1954 dan keempat pada 1934, mereka menjalani enam Piala Dunia terakhir sebagai penonton setelah gagal total pada 1998—tanpa satu pun kemenangan. Kini, Rangnick memutus kutukan itu.

Menukil BBC, selepas menjalani masa pendek di Manchester United pada 2021–22, Rangnick mengambil alih Austria pada Mei 2022. Ia membawa mereka hingga ke 16 besar Euro 2024 setelah mengalahkan Polandia dan Belanda, sebelum kalah tipis dari Turki.

Di kualifikasi Grup H, Austria tampil sebagai tim paling stabil: enam kemenangan, satu imbang, satu kekalahan, total 19 poin—dua angka lebih banyak dari Bosnia.

Di Vienna, mereka merayakan bukan hanya sebuah hasil. Mereka merayakan kebangkitan. Dan malam itu, Austria terasa kembali besar.(maq)

Exit mobile version