San Marino Pecahkan Sejarah

Pemain Liechtenstein terduduk di lapangan setelah kalah mengejutkan dari San Marino. Foto: via BBC

edisiana.com – Indonesia sepertinya bisa bercermin kepada kemenangan San Marino untuk membangkitkan semangat. Pasalnya, tim peringkat terbawah dunia, membuat sejarah lolos ke tingkat ketiga Nations League dengan kemenangan tandang pertama dalam sejarah mereka  melawan Liechtenstein.

Liechtenstein, peringkat 200, memimpin melalui upaya Aron Sele dari luar kotak penalti.

Beberapa saat setelah jeda, Lorenzo Lazzari berlari mengejar bola untuk menyamakan kedudukan.

San Marino memimpin ketika Nicola Nanni dengan santai mengeksekusi penalti ke sudut bawah.

Dan upaya pertama Alessandro Golinucci dari jarak 10 yard memastikan kemenangan bersejarah dan terkenal itu.

Dan ini merupakan pertama kalinya San Marino mencetak lebih dari satu gol dalam pertandingan kompetitif dan pertama kalinya mereka mencetak tiga gol dalam pertandingan mana pun.

Dua kemenangan tim kecil sebelumnya juga terjadi saat melawan Liechtenstein – pertandingan persahabatan pada tahun 2004 dan pertandingan Nations League pada bulan September, keduanya 1-0 dan keduanya di San Marino.

Melansir BBC pada hari ini menerahgkan negara peringkat 210 dunia FIFA ini telah kalah dalam 199 kali dari 211 pertandingan yang mereka ikuti. Mereka telah kebobolan 10 gol atau lebih dalam tujuh pertandingan.

Roberto Cevoli, yang pernah menangani beberapa tim liga bawah Italia sebelum menjadi bos San Marino tahun lalu, kini telah membawa mereka meraih dua kemenangan dalam 10 pertandingan.

Dan negara yang terkurung daratan oleh Italia melakukannya dengan bangkit dari ketertinggalan untuk memenangkan pertandingan.(maq)

Exit mobile version