Bola, edisiana.com – Bos Liverpool, Jurgen Klopp mendapat tuduhan baru pasca dikenai kartu merah. Yakni Xenofobia atau ketidaksukaan dengan Manchester City yang dimiliki warga luar Inggris.
Sumber City mengatakan kepada ESPN bahwa hierarki klub percaya dengan komentar Klopp. Pelatih asal Jerman itu mengatakan “Tidak ada yang bisa bersaing dengan City” – sebagai xenofobia dalam kaitannya dengan pemilik klub yang berbasis di Abu Dhabi.
Mamun, Klopp membantah dan mengatakan tuduhan itu tidak berdasar. “Dalam kasus khusus ini, saya tidak merasa terpukul sama sekali,” kata Klopp dalam jumpa pers di tempat latihan Liverpool menjelang pertandingan liga Kamis dinihari nanti di West Ham United.
“Jika saya akan seperti ini, saya sebenarnya tidak dapat mengingat kata [xenophobia], saya akan membenci diri saya sendiri karena menjadi seperti ini,” imbuhnya.
“Sering kali saya mengatakan hal-hal yang terbuka untuk kesalahpahaman, saya tahu itu, tapi itu tidak disengaja. Kadang-kadang mengatakan sesuatu dan kemudian menyadari. Itu bisa dipahami [berbeda] tapi ini bukan salah satunya. waktu itu tidak,” tambahnya menjelaskan.
Menurut Klopp, tidak semua jurnalis melihatnya dengan cara yang sama. Beberapa penulis utama melihatnya secara berbeda.
“Ini adalah dunia yang terbuka, jelas dan kita dapat memiliki pandangan yang berbeda. Begitulah adanya, jadi tidak ada lagi yang bisa dikatakan,” tutur pelatih asal Jerman itu.
FA memberikan waktu Klopp hingga Jumat mengklarifikasi tuduhan tentang perilaku tidak pantas setelah diusir keluar lapangan saat melawan City.
Dia tetap berpendapat, komentarnya disalahpahami dan disalahtafsirkan. “Ini bukan pertama kalinya saya disalahpahami. Saya tahu apa yang saya pikirkan ketika saya mengatakannya. Ketika seseorang salah paham, saya tidak bisa menahannya,” jelasnya.(maq)
