edisiana.com – Chelsea menelan kekalahan memalukan saat bertandang ke markas Brentford. The Blues takluk tiga gol tanpa balas dari tuan rumah Brentford dalam lanjutan Liga Inggris di Gtech Community Stadium, Jumat malam.
Chelsea sebenarnya tampil sedikit lebih dominan pada babak pertama. Namun, dominasi tersebut tidak banyak menghasilkan peluang berbahaya. Pedro Neto dan Morgan Rogers sempat mendapatkan kesempatan terbaik, tetapi belum mampu mengubah skor.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan lebih terbuka. Brentford mulai meningkatkan tekanan, sementara Chelsea berusaha mencari celah untuk mencetak gol. Namun, hingga pertengahan babak kedua, peluang bersih masih sulit tercipta.
Petaka Chelsea datang dari situasi bola mati. The Blues gagal mengantisipasi sepak pojok Brentford. Martinez memilih tidak mengejar bola, sementara Anthony bergerak menyambut umpan tersebut dengan sundulan yang bersarang di gawang Chelsea.
Gol itu menjadi gol perdana Anthony untuk Brentford sekaligus membuat publik tuan rumah bergemuruh.
Chelsea mencoba bangkit dan terus menekan demi menyamakan kedudukan. Namun, serangan yang dibangun pasukan The Blues masih buntu. Bukannya mencetak gol balasan, Chelsea justru kembali kebobolan.
Memasuki tujuh menit terakhir pertandingan, Brentford melancarkan serangan balik cepat. Igor Thiago memanfaatkannya dengan baik untuk menggandakan keunggulan tuan rumah.
Brentford belum berhenti. Pada menit-menit akhir, umpan silang Schade yang sempat mengenai pemain Chelsea mengarah ke tiang jauh. Carvalho berada di posisi yang tepat untuk menyelesaikannya dan mengubah skor menjadi 3-0.
Gol tersebut memastikan pesta Brentford sekaligus membuat Chelsea pulang dengan kekalahan telak.
Pelatih Brentford Keith Andrews menyebut kemenangan tersebut menjadi momen yang layak dinikmati para pemain dan suporter.
“Saya merasa seperti sudah bermain. Penting bagi kita untuk menikmati malam-malam seperti ini karena kami bekerja sangat keras dan ada begitu banyak hari-hari sulit dalam permainan ini,” ujar Andrews dinukil dari BBC pada hari ini.(maq)
