edisiana.com – Nottingham Forest harus menelan pil pahit untuk kedua kalinya secara beruntun di bawah asuhan pelatih anyar Ange Postecoglou. Setelah kekalahan sebelumnya di liga, kali ini Forest dipaksa angkat kaki dari ajang Carabao Cup usai kalah 2-3 dari klub Championship, Swansea City, dalam laga penuh drama di City Ground.
Forest sempat berada di atas angin setelah dua gol cepat dari Igor Jesus di babak pertama membuat mereka unggul 2-0. Penampilan solid sejak awal pertandingan memberi kesan bahwa tim tuan rumah akan meraih kemenangan dengan mudah dan melangkah ke babak 16 besar.
Namun, situasi berubah drastis di babak kedua. Swansea memperkecil ketertinggalan lewat gol Cameron Burgess, yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Forest.
Ketika laga tampak akan berlanjut ke babak adu penalti, Zan Vipotnik mencetak gol penyama kedudukan pada masa tambahan waktu, membuat skor menjadi 2-2.
Kejutan belum berhenti di situ. Di menit-menit akhir, Burgess kembali menjadi pahlawan Swansea. Pemain internasional Australia itu melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Forest.
Gol tersebut memastikan Swansea lolos ke babak 16 besar dan mengakhiri perjalanan Forest di ajang Piala Liga.
Postecoglou Soroti Mentalitas Pemain
Manajer Nottingham Forest, Ange Postecoglou, mengungkapkan kekecewaannya atas penampilan anak asuhnya, terutama terkait respons tim setelah unggul dua gol lebih dulu.
“Saya pikir para pemain merasa sedikit nyaman pada saat itu dan Anda mesti tahu tanda-tanda peringatannya,” ujar Postecoglou, dikutip dari BBC, Kamis ini
“Para pemain hanya berpikir bahwa semuanya akan berakhir seperti itu secara alami, dan kami telah membayar harga yang mahal untuk itu. Kami perlu meningkatkan diri.”
Pelatih asal Australia itu sebelumnya menjanjikan bahwa pertandingan ini akan menjadi awal terlihatnya identitas permainan yang ia coba tanamkan sejak mengambil alih tim dari Nuno Espirito Santo.
Namun kenyataannya, Forest kembali kebobolan tiga gol untuk laga kedua secara berturut-turut, mencerminkan betapa rapuhnya lini pertahanan mereka saat ini.
“Malam ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk melaju di piala dan memberi diri kami peluang untuk meraih kesuksesan itu – dan membiarkannya terpeleset sungguh sangat mengecewakan,” tambahnya.
“Namun itu tidak mengubah apa pun – kami memahami beberapa hal yang harus kami kerjakan.”
Kekalahan ini menjadi sinyal peringatan dini bagi Forest yang masih beradaptasi dengan filosofi baru di bawah Postecoglou.
Dengan jadwal padat ke depan, manajer asal Australia itu dituntut untuk segera menemukan solusi, terutama di sektor pertahanan, jika ingin mengangkat performa tim di sisa musim.(maq)
